Pemuda Tewas Ditikam di Depan SPBU Semarang, Diduga Terlibat Tawuran

- Redaksi

Rabu, 18 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Kepolisian saat datangi TKP (ist)

Anggota Kepolisian saat datangi TKP (ist)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Semarang mengalami tragedi ketika seorang pemuda tewas ditikam di depan SPBU 44.501.22 yang terletak di Bendan Ngisor. Korban, MTH, seorang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berusia 21 tahun, diserang saat pulang dari Gunungpati menggunakan sepeda motor, pada Selasa dini hari, 17 September 2024.

Korban, yang berasal dari Bandungharjo, Donoharjo, Kabupaten Jepara, adalah mahasiswa jurusan Sistem Informatika. Menurut laporan saksi, dia diserang oleh kelompok yang berjumlah sekitar sepuluh orang, beberapa di antaranya bersenjata sabit panjang.

“Korban adalah mahasiswa Udinus dari Jepara yang sedang berkendara dengan sepeda motor. Saat ini, dugaan awal menunjukkan bahwa ini adalah kekerasan geng,” ungkap Kapolsek Gajahmungkur Kompol Agus Hartono. Rekannya yang bernama AM, yang juga berada di lokasi kejadian, berhasil melarikan diri ke SPBU untuk mencari perlindungan.

Para saksi melaporkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di dekat toko elektronik tidak jauh dari Taman Sampangan. Korban yang berhenti di lampu merah untuk pulang dikerumuni oleh kelompok penyerang yang tampaknya hendak terlibat dalam tawuran dengan kelompok lain.

“Kelompok ini diduga berasal dari luar Gajahmungkur,” tambah Kompol Hartono, menekankan bahwa meskipun daerah tersebut umumnya dianggap aman, kawasan tersebut sering menjadi titik kumpul bentrokan antar kelompok.

Korban dilaporkan sempat diikuti sebelum diserang. Empat orang penyerang menarik Muhammad dari sepeda motornya, yang mengakibatkan terjadinya perkelahian. Dia mengalami luka tusukan parah di pahanya dan mengalami pendarahan hebat sebelum bantuan medis tiba.

“Korban meninggal dunia karena kehilangan darah yang signifikan. Ambulans yang tiba di lokasi juga mengkonfirmasi bahwa korban telah kehilangan banyak darah,” kata Kapolres, yang mengonfirmasi bahwa penyelidikan sedang dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Gajahmungkur dan Polrestabes Semarang.

Pihak berwenang kini sedang meninjau rekaman CCTV di lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi tambahan tentang identitas para penyerang serta memahami latar belakang serangan tersebut. Mereka juga sedang mewawancarai para saksi dengan harapan dapat mengidentifikasi pelaku.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena menjelaskan bahwa penyelidikan kasus ini sedang berlangsung. “Kami telah mengumpulkan data dari lokasi kejadian dan memeriksa beberapa saksi,” ujar Kompol Andika. Menurutnya, masyarakat juga turut membantu saat korban diserang oleh kelompok tersebut.

Saat ini, para tersangka dilaporkan telah melarikan diri dan sedang diburu oleh aparat penegak hukum. Polrestabes Semarang berkomitmen untuk melanjutkan penyelidikan guna memastikan para pelaku dihadapkan pada keadilan.

Lainnya:

Penulis : Yani/Rudi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Pemuda Tewas Ditikam di Depan SPBU Semarang, Diduga Terlibat Tawuran

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:56 WIB

Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru