Pencari Rumput Meninggal Misterius di Lamongan

Sabtu, 29 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polsek Babat mengevakuasi jenazah petani yang ditemukan di persawahan Desa Bedahan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Polsek Babat mengevakuasi jenazah petani yang ditemukan di persawahan Desa Bedahan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Penemuan jenazah seorang pencari rumput di persawahan Dusun Tangar, Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Jumat (28/11) pagi, mengejutkan warga setempat dan menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan para pekerja di area terbuka.

Korban, Kan (67), seorang petani asal Kecamatan Kedungpring, ditemukan dalam posisi tertelungkup, kepala menghadap barat, dan kedua kaki mengarah timur. Polisi segera mengevakuasi jenazah ke RSU Karang Kembang setelah tidak ditemukan identitas maupun tanda-tanda kekerasan.

Kasubbag Humas Polres Lamongan mengungkapkan, “Sekitar pukul 09.00 WIB, kami menerima laporan dari perangkat desa mengenai penemuan jenazah. Tim Polsek Babat langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan evakuasi.”

Kapolsek Babat, Kompol Chakim Amrullah, menambahkan bahwa di lokasi ditemukan sabit di bawah kaki korban dan rumput yang masih dipegangnya, menandakan korban tengah bekerja saat kejadian. “Tidak ada indikasi kekerasan. Semua tanda fisik menunjukkan korban meninggal secara alami,” katanya.

Identitas korban baru diketahui setelah koordinasi petugas dengan perangkat desa dan keluarga. Menurut keluarga, Kan berpamitan sekitar pukul 07.30 WIB untuk mencari rumput. Ia juga berencana mengunjungi cucunya yang sakit di Kediri selepas salat Jumat. “Keluarga mengetahui kabar melalui pesan berantai dan langsung mengenali jenazah sebagai anggota keluarga kami,” kata salah satu kerabat.

Petugas kepolisian bersama RSU Karang Kembang melakukan pemeriksaan visum luar dan memastikan tidak ada bekas kekerasan. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk pemulasaraan dan pemakaman. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan komunikasi bagi warga lanjut usia yang bekerja di ladang dan area terbuka.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Berita Terbaru