Aceh Datang ke Banyuwangi Pelajari Strategi Pariwisata

Sabtu, 29 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima rombongan Bank Indonesia Aceh untuk belajar pengelolaan pariwisata dan UMKM di Banyuwangi (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima rombongan Bank Indonesia Aceh untuk belajar pengelolaan pariwisata dan UMKM di Banyuwangi (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola pariwisata, UMKM, dan pengendalian inflasi menarik perhatian sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya, tim dari Bank Indonesia Provinsi Aceh yang datang langsung untuk belajar praktik terbaik dari kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Rombongan yang dipimpin Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chosaini, terdiri dari perwakilan berbagai kota dan kabupaten di Aceh. Mereka disambut langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Senin, 24 November 2025.

Agus Chosaini menyatakan, Banyuwangi memiliki catatan prestasi yang luar biasa. “Banyuwangi sukses dalam pengembangan pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan pengendalian inflasi. Pengakuan nasional maupun internasional membuktikan keberhasilan ini,” ujarnya. Agus menyoroti sejumlah prestasi, termasuk ASEAN Tourism Award, TPID Terbaik Jawa-Bali selama empat tahun berturut-turut, hingga Penghargaan Pembangunan Nasional Terbaik dari Presiden. “Kami berharap ilmu yang didapat di sini dapat direplikasi di Aceh,” tambahnya.

Bupati Ipuk menyambut baik kedatangan tim Aceh dan menekankan bahwa Banyuwangi masih terus berproses. “Fokus pembangunan kami bukan sekadar menarik wisatawan, tapi juga menggerakkan ekonomi warga dan membuka lapangan kerja,” kata Ipuk. Konsep pariwisata 3A—aksesibilitas, atraksi, dan amenitas—dijalankan secara terintegrasi dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan destinasi.

Dalam bidang UMKM, pemerintah daerah memberikan pembinaan komprehensif mulai dari pelatihan, kurasi, sertifikasi halal, hingga packaging dan pemasaran. Sementara untuk pengendalian inflasi, kunci utama adalah koordinasi TPID yang efektif, meliputi monitoring pasokan, kalender tanam, neraca pangan, dan mitigasi gejolak harga.

“Semua capaian ini lahir dari ekosistem kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, masyarakat, dan dukungan Bank Indonesia,” jelas Ipuk. Hasilnya, kemiskinan di Banyuwangi berhasil ditekan dari 6,54% menjadi 6,13%, membuktikan efektivitas sinergi pembangunan di berbagai sektor.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru