Pencarian Hari Kedua Korban Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan Belum Membuahkan Hasil

Rabu, 4 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan Polri, Basarnas, dan BPBD melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Lamongan, Rabu (4/2/2025). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Tim gabungan Polri, Basarnas, dan BPBD melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Lamongan, Rabu (4/2/2025). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, memasuki hari kedua pada Rabu (4/2/2025). Hingga pelaksanaan pencarian hari kedua, tim gabungan belum berhasil menemukan korban berinisial MN (13).

Pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan diawali apel bersama di lokasi kejadian. Apel dipimpin Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi, S.IP., bersama Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur. Sejumlah unsur dilibatkan, mulai dari Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Lamongan, relawan, hingga instansi terkait lainnya.

“Pada hari kedua ini kami fokus menyisir aliran sungai di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Seluruh personel diingatkan untuk tetap mengutamakan keselamatan,” ujar IPTU Ahmad Zunaedi di sela kegiatan pencarian.

Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan tiga unit perahu karet, masing-masing milik Basarnas Bojonegoro, BPBD Lamongan, dan Satpolairud Polres Lamongan. Penyisiran dilakukan menyusuri aliran Bengawan Solo dengan memperhatikan arus sungai yang cukup deras.

Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan peristiwa tenggelam terjadi pada Selasa (3/2/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban MN berenang bersama temannya di area Babakan Taman Mahoni.

“Korban diduga kelelahan saat berenang dan sempat berteriak meminta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh penjual es dan warga sekitar yang kemudian berusaha memberikan pertolongan,” kata Hamzaid.

Dalam kejadian itu, satu anak berinisial R (14) berhasil diselamatkan warga. Sementara MN hingga kini belum ditemukan. Hamzaid menambahkan, upaya pencarian pada hari pertama sempat dihentikan karena hujan deras disertai angin kencang.

“Kondisi cuaca saat itu tidak memungkinkan sehingga pencarian dilanjutkan hari ini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai. “Kami mengingatkan para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya. Arus sungai dan cuaca bisa berubah sewaktu-waktu dan sangat berisiko,” pungkas Hamzaid.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru