Pengamat, Sebut Keamanan Kepala Negara Lebih Diperketat Lagi

- Redaksi

Sabtu, 12 Oktober 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Tingkat keselamatan para pejabat kini mulai terancam.

Pasalnya, salah satu petinggi di negeri ini Jendral TNI Purn Wiranto yang juga Menteri Menko Polhukam ditusuk pelaku diketahui merupakan pasangan suami istri.

Wiranto ditikam saat beliau melakukan kunjungan ke Banten.

Direktur Eksekutif and Political Public Policy ((P3S) Jerry Massie memang saya menilai latar belakang mantan panglima ABRI di era mendiang presiden Soeharto ini ditusuk tak lain beliau orang yang getol menumpas radikalisme dan terorisme.

“Target kelompok ini memang para petinggi di negeri ini tak terkecuali presiden RI.
Selama ini untuk SOP Security pengamanan baik pejabat tinggi kita paling lemah,” kata penasehat Ikatan Media Online Indonesia (IMO) ini.

Di negara maju saja seperti Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman dan sebagainya pengamanan super ketat saat presiden mereka turun ke negara bagian dan provinsi.

“Mana ada presiden AS berfoto selfie dengan publik AS, paling bisa berfoto di White House atau acara khusus di ruangan in door.

Baru di Indonesia presiden bisa menyalami siapa saja orang yang tak di kenal.

Jerry mengatakan merakyat bukan hanya pada tataran berjabat tangan, tapi peduli terhadap rakyat kecil dan membantu warga miskin dengan program pemerintah, itu lebih afdol ketimbang berselfie ria.

“Dengan peristiwa ini, saya sarankan agar pengamanan pejabat negara lebih diperketat. Sebelum presiden berkunjung ke daerah maka lapangan harus steril, kalau perlu tak perlu harus berjabat tangan dengan semua warga,” tegas dia.

Selanjutnya ucapnya, menggunakan tali pembatas biar lebih aman.

Selain itu, pengamanan presiden harus diperketat, jangan sembarangan selfie dan berjabat tangan dengan orang yang kadang berniat jahat.

“Saya pernah usul sama pada 2014 silam pada Paspampres waktu 2014 silam,” kata dia.

Kalau memang ada yang mau mau berjabat tangan di sortir siapa-siapa mereka, Identity card mereka perlu diketahui.

Begitu pula ujar Jerry, bagian intelejen sudah mengecek lapangan 2 minggu sebelumnya. Dan terpenting kata dia adalah pemeriksaan sajam dan lainnya.

Kita lemahnya ujar Jerry, nanti ada peristiwa baru bersiaga. Jadi sebelum terjadi sesuatu sudah diantisipasi dulu.(ZA)

Lainnya:

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru