LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lamongan mulai berjalan. Saat ini, calon peserta didik masih berada pada tahap pengambilan dan verifikasi PIN sebelum pendaftaran resmi dibuka pertengahan Juni.
Di tengah proses itu, sekolah diminta sigap membantu calon siswa dan orang tua agar tidak tersandung masalah administrasi. SMAN 2 Lamongan bahkan sudah menyiapkan tim khusus untuk mendampingi proses tersebut.
Kepala SMA Negeri 2 Lamongan, Sofyan Hadi, mengatakan pihak sekolah telah melakukan persiapan untuk memudahkan calon siswa dalam pengambilan PIN maupun verifikasi data. Menurut dia, layanan ini penting agar peserta tidak kebingungan saat memasuki tahapan pendaftaran.
“InsyaAllah, SMA Negeri 2 sudah mempersiapkan untuk membantu calon siswa dalam pengambilan PIN serta verifikasinya,” ujar Sofyan, Jumat (5/6/2026).
Setelah tahap awal itu selesai, pendaftaran SPMB akan berlanjut ke jalur domisili pada 11–12 Juni 2026. Tahap berikutnya dijadwalkan pada 17–18 Juni 2026 untuk jalur afirmasi, anak guru, prestasi lomba, anak buruh, serta penyandang disabilitas.
“Kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran tahap satu tanggal 11 – 12 Juni untuk jalur domisili. Tahap dua tanggal 17 – 18 Juni untuk jalur afirmasi, anak guru, prestasi lomba, anak buruh dan penyandang disabilitas. Tahap tiga tanggal 14-25 Juni ada jalur akademik sebanyak 25 persen,” jelasnya.
Untuk tahun ajaran baru ini, SMAN 2 Lamongan menyiapkan kuota penerimaan lebih dari 400 siswa baru. Jumlah itu menjadi perhatian banyak orang tua yang sejak awal sudah mulai memantau alur pendaftaran agar peluang anak mereka tidak terlewat.
“Di SMA Negeri 2 ada sekitar 400 an lebih siswa yang kita terima untuk tahun ajaran 2026 – 2027,” tambah Sofyan.
Ia juga mengingatkan orang tua agar ikut aktif mendampingi anak selama proses pendaftaran. Menurut dia, pemahaman terhadap petunjuk teknis sangat menentukan kelancaran proses, terutama saat calon siswa harus melewati tahapan administrasi yang cukup berlapis.
“Saya harapkan kepada orang tua untuk bisa memahami petunjuk teknis terkait tahapan – tahapan SPMB. Sekolah juga sudah menyiapkan tim untuk konsultasi bagi orang tua yang kurang paham dengan proses pendaftaran,” tandasnya.
Berdasarkan Petunjuk Teknis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, tahapan awal SPMB dimulai dengan pengambilan PIN secara mandiri sejak 28 Mei hingga 9 Juni 2026. Setelah itu, dilakukan verifikasi dan validasi data, termasuk verifikasi hasil tes kesehatan bagi calon siswa SMK pada program keahlian tertentu, yang berlangsung pada 29 Mei hingga 10 Juni 2026.
Calon peserta didik juga diberi kesempatan mengikuti latihan pendaftaran daring pada 8–9 Juni 2026 sebagai simulasi sebelum seleksi resmi dimulai.
Kasi SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan, Sujito, mengatakan ada sejumlah perubahan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Salah satu yang paling menonjol adalah pergeseran tahapan jalur mutasi orang tua atau wali.
“Yang kini masuk tahap kedua, sedangkan jalur domisili masuk pada tahap pertama,” kata Sujito.
Perubahan lain, lanjut dia, adalah penghapusan indeks sekolah sebagai komponen penilaian seleksi. Sebagai gantinya, pemerintah menggunakan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SMP sebagai salah satu syarat.
“Hasil TKA menjadi salah satu syarat dalam proses seleksi, tetapi bukan menjadi penentu utama diterima atau tidaknya peserta didik,” jelasnya.
Ia berharap seluruh tahapan SPMB 2026 di Lamongan berjalan lancar, transparan, dan memberi kesempatan yang adil bagi semua calon siswa untuk masuk SMA maupun SMK sesuai pilihan mereka.
Di tengah perubahan aturan dan tahapan yang lebih rinci, kesiapan sekolah dan pemahaman orang tua menjadi kunci agar proses SPMB tidak menimbulkan masalah baru bagi calon peserta didik.
“Dengan alur yang lebih teratur, harapannya setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan sesuai pilihannya, “pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar