Pocari Siap Jadikan NTB Hub Kejuaraan Lari Indonesia

- Redaksi

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri (kiri) bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri (kiri) bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Ribuan pelari dari berbagai daerah memadati Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, dalam gelaran Pocari Sweat Run 2025, Sabtu (13/9/2025). Ajang yang diikuti lebih dari 9.000 peserta itu dilepas langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, bersama istrinya, Sinta Aghatia Iqbal, didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyebut Pocari Sweat Run sebagai momentum untuk memperkuat posisi NTB sebagai pusat sport tourism di Indonesia. Mandalika, kata dia, bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga memiliki infrastruktur kelas dunia untuk ajang olahraga.
“Selamat datang di NTB dan selamat menikmati keindahan Mandalika. Insyaallah, Pocari Sweat Run ini akan terus menjadi yang terbesar di Indonesia, dan tahun depan kita siap menjadikannya lebih besar lagi dari sekarang,” ujar Iqbal.

Acara ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi NTB dengan PT Amerta Indah Otsuka, produsen Pocari Sweat. Direktur Pemasaran perusahaan tersebut, Puspita Winawati, menegaskan ajang lari bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga strategi membangkitkan ekonomi daerah.
“Kami berharap event ini bisa menggerakkan pariwisata Lombok. Data kami menunjukkan, sekitar 70 persen peserta berasal dari luar daerah. Mereka tidak hanya ikut lomba, tetapi juga berlibur bersama keluarga,” jelas Puspita.

Kehadiran ribuan pelari membawa dampak ekonomi yang signifikan. Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal merasakan lonjakan permintaan. Peserta umumnya menginap lebih dari satu hari dan datang bersama keluarga, sehingga perputaran uang lebih terasa.
Nurgie, pemilik kedai franchise di Mandalika, mengaku omzetnya meningkat tajam.
“Biasanya akhir pekan sepi, tapi sejak ada Pocari Sweat Run, penjualan kami naik sekitar 90 persen. Event ini sangat membantu, terutama saat ekonomi sedang lesu,” katanya.

Selain dampak ekonomi langsung, Pocari Sweat Run juga menghadirkan promosi organik bagi NTB. Ribuan unggahan foto dan video dari peserta di media sosial memperluas eksposur Mandalika sebagai destinasi sport tourism.

Gubernur Iqbal pun optimistis Mandalika akan menjadi hub utama kejuaraan lari di Indonesia.
“Sekali kita jadikan pusat event lari, maka NTB akan selalu diingat sebagai rumah bagi sport tourism Indonesia,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru