Polda Kalbar Tes Urine 81 Personel Ditresnarkoba, Kapolda Tegaskan Nol Toleransi Narkoba

Kamis, 26 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Ditresnarkoba Polda Kalbar menjalani tes urine mendadak di Pontianak, Rabu (25/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Personel Ditresnarkoba Polda Kalbar menjalani tes urine mendadak di Pontianak, Rabu (25/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PONTIANAK, RadarBangsa.co.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melalui Polda Kalimantan Barat menggelar tes urine mendadak terhadap 81 personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba), Rabu (25/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan internal untuk memastikan aparat yang menangani kasus narkotika tetap bersih dan berintegritas.

Pemeriksaan dilaksanakan di Markas Komando Ditresnarkoba di Pontianak oleh Bidpropam bekerja sama dengan Biddokkes Polda Kalbar. Tes dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai bentuk deteksi dini dan mitigasi potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal kepolisian.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menegaskan kegiatan tersebut merupakan instruksi langsung Kapolda Kalbar. Menurutnya, penguatan pengawasan internal penting untuk menjaga kredibilitas institusi, khususnya bagi personel yang berada di garda terdepan pemberantasan narkoba.

“Pemeriksaan ini adalah bentuk pengawasan melekat. Kami ingin memastikan setiap personel yang menangani perkara narkotika benar-benar steril dari penyalahgunaan zat terlarang,” ujarnya.

Dari total 81 personel yang terdata, 79 mengikuti tes di lokasi. Sementara dua pejabat utama telah menjalani tes sebelumnya dalam kegiatan internal Polda Kalbar. Pemeriksaan menggunakan enam parameter zat narkotika, yakni amphetamine, methamphetamine, cocaine, THC atau ganja, morphine/opiate, dan benzodiazepine.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Bidpropam dan Biddokkes, seluruh personel dinyatakan negatif. Polda Kalbar menegaskan tidak ada pengecualian bagi anggota yang berhalangan hadir karena dinas, sakit, atau pendidikan. Pemeriksaan susulan tetap akan dilakukan secara mendadak.

Kebijakan ini dinilai sebagai upaya preventif sekaligus langkah transparansi untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen Polri dalam pemberantasan narkotika.

“Integritas adalah fondasi utama penegakan hukum. Kami pastikan pengawasan internal berjalan konsisten dan berkelanjutan,” tutup Bambang.

Penulis : Dedy

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru