Polemik KDMP Pucangan dan Pondok Pesantren Sunan Drajat Berakhir Damai, Komitmen Ekonomi Kerakyatan Kembali Ditegaskan

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas distribusi logistik tampak kembali menggeliat di Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Kamis (24/7/2025). (ist)

Aktivitas distribusi logistik tampak kembali menggeliat di Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Kamis (24/7/2025). (ist)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Setelah sempat menuai perhatian publik, terutama di kalangan masyarakat Tuban dan Lamongan, kisruh yang melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pucangan, Kecamatan Montong, dengan Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan akhirnya mencapai titik penyelesaian. Proses dialog dan itikad baik dari kedua belah pihak menjadi kunci meredanya ketegangan tersebut.

Rangkaian penyelesaian dimulai dengan permintaan maaf terbuka dari Kepala Desa dan pengurus KDMP Pucangan. Tak hanya melalui pernyataan resmi, mereka juga secara langsung mendatangi Kantor Pusat Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat di Paciran, Lamongan, pada Rabu (23/7/2025). Permohonan maaf itu diterima oleh pihak manajemen sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai silaturahmi dan penyelesaian secara kekeluargaan.

“Rabu malam kemarin, pihak Kopdes datang bersama Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur dan Kadis Koperasi Kabupaten Tuban untuk menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan yang terjadi,” terang Gus Anas Alhifni, Direktur Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, saat dikonfirmasi Kamis (24/7/2025).

Sebagai bagian dari keluarga besar pesantren, Gus Anas menyampaikan bahwa pihaknya menerima permohonan maaf tersebut. Namun, ia juga menegaskan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. “Kami berharap hal ini menjadi pelajaran bersama. Semangat koperasi seharusnya dibangun dengan nilai kejujuran dan pengabdian, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.

KDMP Pucangan sendiri merupakan bagian dari inisiatif penguatan ekonomi berbasis pesantren dan desa. Menurut Gus Anas, tujuan awal pendirian koperasi ini adalah untuk memberdayakan masyarakat desa melalui sistem ekonomi kolektif. Oleh karena itu, manajemen Pondok Pesantren menolak keras apabila semangat tersebut disalahgunakan hanya untuk pencitraan tanpa kontribusi nyata.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus KDMP juga menyampaikan harapan agar manajemen kembali mendukung operasional koperasi yang sempat terhenti. Menanggapi hal itu, manajemen menyatakan siap mendukung secara terbatas, sembari menunggu pemenuhan logistik dan penyempurnaan sarana gerai.

“Kami membuka kembali operasional KDMP Pucangan secara bertahap. Saat ini kami menunggu distribusi barang agar produk yang ditawarkan lebih beragam dan terjangkau. Tujuannya agar masyarakat desa bisa kembali merasakan manfaat koperasi secara langsung,” tambah Gus Anas.

Sementara proses pemulihan gerai di Pucangan masih berlangsung, manajemen KDMP juga mengambil langkah strategis dengan meresmikan cabang baru di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Kamis (24/7/2025). Perluasan ini menjadi bukti bahwa program Koperasi Merah Putih terus bergerak dan tidak terhenti oleh dinamika internal.

“Alhamdulillah, kami hari ini membuka cabang baru di Rengel. Target ke depan, insyaallah bisa berdiri 100 KDMP di berbagai daerah Indonesia,” ungkapnya optimistis.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru