Polrestabes Semarang tangkap empat pelaku penyerangan brutal di jalan Gendingan

- Redaksi

Selasa, 13 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id Senin, (12 Mei 2025) – Polrestabes Semarang melalui Unit V Resmob berhasil mengamankan empat tersangka pelaku penyerangan brutal di Jalan Gendingan, tepatnya di sebelah Queen City, yang terjadi pada Jumat malam (8/5/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan korban bernama Jamal (31), warga Sambiroto, Tembalang, mengalami luka serius, termasuk luka robek dalam di kedua kakinya serta perutnya.

Setelah korban melaporkan kejadian ke pihak kepolisian, tim Resmob segera bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penangkapan. Dalam waktu kurang dari 72 jam, keempat tersangka berhasil diringkus di kediaman masing-masing. Para pelaku diketahui berinisial BS (27) asal Perbalan, FYT (24) dari Dadapsari, DK (21) asal Tanjungmas, dan MAY (24) dari Bululor.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan tiga buah senjata tajam jenis “corbet” atau sabit panjang yang masing-masing memiliki panjang minimal 45 cm. Senjata itu diduga kuat digunakan saat melakukan penyerangan terhadap korban.

“Berkat kerja keras Unit Resmob, kami berhasil mengidentifikasi dan menangkap mereka,” ujar Kompol Agung Setiyo Budi, Humas Polrestabes Semarang. Ia menambahkan, “Kami berkomitmen menjaga keamanan warga. Siapa pun yang terlibat dalam kekerasan akan kami tindak tegas.”

Saat ini, keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Semarang. Mereka dijerat pasal tentang penganiayaan berat yang berpotensi dijatuhi hukuman penjara dalam waktu lama.

Pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik aksi kekerasan ini. Dugaan sementara mengarah pada konflik antar kelompok, namun penyidik belum memberikan keterangan lebih lanjut.

“Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk melaporkan kepada kami,” tanggap Kompol Agung. “Informasi dari masyarakat sangat penting untuk mengungkap kebenaran secara menyeluruh,” imbuhnya.

Penangkapan ini menjadi langkah besar dalam memberikan keadilan bagi korban. “Harapan kami, kejadian seperti ini tidak terulang lagi di Semarang,” pungkas Kompol Agung.

Lainnya:

Penulis : Oki/Agus

Editor : Bandi

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:56 WIB

Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru