PACITAN, RadarBangsa.co.id — Polsek Tegalombo bersama jajaran Polres Pacitan melakukan penyekatan kendaraan di perbatasan Pacitan–Ponorogo untuk mengantisipasi mobilisasi massa terkait Prapatan Luhur PSHT Pusat Madiun, Sabtu (7/2/2026) pagi. Kegiatan pengamanan dimulai pukul 08.00 WIB dan dipusatkan di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan.
Langkah ini ditempuh sebagai upaya preventif kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mencegah potensi gangguan selama rangkaian kegiatan PSHT di Kota Madiun. Petugas melakukan pemeriksaan selektif dan humanis terhadap kendaraan yang melintas menuju arah Madiun tanpa menghambat arus lalu lintas.
Kapolsek Tegalombo AKP Rusminto, S.H., memimpin langsung kegiatan penyekatan. Ia menjelaskan bahwa pengamanan melibatkan personel gabungan lintas satuan. Menurutnya, kehadiran polisi di titik perbatasan bertujuan memastikan situasi wilayah Pacitan tetap aman dan kondusif selama kegiatan masyarakat berskala besar berlangsung di daerah sekitar.
Personel yang dikerahkan terdiri atas enam anggota Polsek Tegalombo, lima anggota Polsek Arjosari, empat anggota Polsek Nawangan, serta lima personel Polres Pacitan. Seluruh petugas menjalankan pemeriksaan sesuai prosedur, dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.
Dalam pelaksanaan penyekatan, petugas memeriksa 18 unit kendaraan roda dua dan 13 unit kendaraan roda empat. Tidak ditemukan kendaraan roda enam yang melintas di lokasi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, polisi tidak mendapati warga atau rombongan PSHT asal Pacitan yang menuju ke Kota Madiun.
AKP Rusminto menegaskan bahwa penyekatan bukan pembatasan aktivitas warga, melainkan langkah antisipatif untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Ia memastikan pemeriksaan dilakukan secara sopan dan profesional sehingga masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat melintas.
Ia menambahkan, koordinasi antar-polsek dan dengan Polres Pacitan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi dinamika situasi. Sinergi ini dinilai penting guna menjaga stabilitas keamanan dan mencegah terjadinya gesekan di lapangan.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi penyekatan terpantau aman, tertib, dan lancar. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas demi menjaga keamanan bersama. “Alhamdulillah, kegiatan berjalan kondusif. Kami harap situasi ini dapat terus terjaga,” pungkas AKP Rusminto.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Yuan
Editor : Zainul Arifin








