Prestasi ProKlim Jatim Melejit, Senator DPD RI Dapil Jawa Timur Lia Istifhama : Kepemimpinan Khofifah Visioner

Kamis, 4 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lia Istifhama memberikan apresiasi atas capaian Jawa Timur yang meraih penghargaan ProKlim terbanyak pada 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Lia Istifhama memberikan apresiasi atas capaian Jawa Timur yang meraih penghargaan ProKlim terbanyak pada 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Upaya penguatan mitigasi iklim yang selama ini digerakkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatat tonggak penting di tingkat nasional. Pada gelaran Program Kampung Iklim (ProKlim) 2025, Jawa Timur muncul sebagai provinsi dengan perolehan penghargaan terbanyak, sebuah capaian yang dinilai berpotensi menjadi rujukan nasional dalam pembangunan berkelanjutan.

Jatim meraih 21 trofi ProKlim, terdiri dari 8 Trofi ProKlim Lestari dan 13 Trofi ProKlim Utama, disertai puluhan sertifikat apresiasi lainnya. Lonjakan prestasi ini tidak hanya menempatkan Jatim sebagai daerah paling progresif dalam aksi iklim, tetapi juga menegaskan konsistensi kebijakan lingkungan yang telah ditempuh dalam beberapa tahun terakhir.

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyebut bahwa dominasi Jatim dalam ajang ProKlim tahun ini merupakan indikator bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat telah menciptakan dampak yang nyata. “Keberhasilan ini bukan sekadar torehan angka. Ini menunjukkan bagaimana gerakan lingkungan di Jawa Timur mampu berjalan dari tingkat akar rumput hingga kebijakan provinsi,” ujarnya di Surabaya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, sejumlah agenda lingkungan yang dijalankan Jatim selama empat tahun terakhir menunjukkan arah yang konsisten. Salah satunya keberhasilan memperluas kawasan mangrove hingga lebih dari 3.600 hektare. Ekspansi ini dinilai berperan menahan abrasi, melindungi ekosistem pesisir, sekaligus menyerap emisi gas rumah kaca.

“Langkah yang ditempuh Ibu Gubernur Khofifah dalam memperkuat sabuk hijau pesisir bukan hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Ning Lia menambahkan.

Selain penguatan ekosistem mangrove, Jatim juga tercatat sebagai provinsi dengan jumlah bank sampah terbanyak secara nasional. Sistem ini dianggap menjadi penyokong utama pengurangan sampah dari hulu serta berkontribusi menekan emisi metana, gas rumah kaca yang memiliki daya rusak tinggi. “Model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang diterapkan Jatim layak direplikasi daerah lain karena terbukti menurunkan tekanan terhadap TPA,” tutur Ning Lia.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari arah kebijakan Pemprov Jatim yang dianggap konsisten dalam mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pola kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah membuka ruang yang lebih besar bagi komunitas lingkungan untuk terlibat dalam gerakan mitigasi dan adaptasi iklim.

“Kita bisa melihat bagaimana program pelepasliaran satwa, edukasi ekologi, dan penguatan komunitas ProKlim berjalan paralel. Semua itu menunjukkan bahwa pembangunan Jatim tidak meninggalkan aspek keberlanjutan,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia juga menambahkan kutipan baru mengenai urgensi langkah ke depan. “Keberhasilan ini harus jadi momentum. Tantangan iklim tidak menunggu. Jika Jatim mampu mempertahankan konsistensinya, maka provinsi ini bisa menjadi contoh nasional dalam mencapai target Net Zero Emission 2060,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap terlibat aktif menjaga lingkungan dan melanjutkan inovasi di tingkat desa hingga kota. “Prestasi ProKlim ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci. Semoga semangat ini terus tumbuh demi masa depan generasi mendatang,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal
BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya
Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:00

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal

Kamis, 5 November 2026 - 20:53

BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Berita Terbaru