Pria 40 Tahun Ditemukan Tewas Terapung di Bengawan Solo Lamongan

Senin, 31 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi jenazah dari Bengawan Solo, Lamongan, Minggu (30/8/2026). (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas mengevakuasi jenazah dari Bengawan Solo, Lamongan, Minggu (30/8/2026). (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Warga Dusun Ngajaran, Desa Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia yang terapung di aliran Sungai Bengawan Solo, Minggu (30/8/2026) sore.

Penemuan itu diketahui sekitar pukul 17.30 WIB setelah Sekretaris Desa Karanganom melaporkan kepada pihak kepolisian adanya seseorang yang terlihat terapung di sungai.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Karangbinangun IPTU I Wayan Sumantra, S.H., bersama anggota langsung menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas bersama warga mengevakuasi korban ke tepi sungai. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Karangbinangun untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis/visum luar, tidak ditemukan adanya luka bekas penganiayaan maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan identitas MP, warga Jalan Batam, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Identitas korban kemudian dibenarkan pihak keluarga berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki.

Polisi menyebut korban berusia sekitar 40 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 168 sentimeter. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam bermotif sleret putih di bagian pundak serta sarung batik berwarna cokelat kombinasi cokelat tua dan muda.

Dari keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi akibat sakit yang dideritanya dan tidak kunjung sembuh.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan penanganan dan pemeriksaan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.

“Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice
Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL
Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas
Patroli Hutan Pelangwot, Polsek Laren Pastikan Tak Ada Titik Api Karhutla di Lamongan
Patroli Malam di Gampangsejati, Polsek Laren Ingatkan Pengunjung Warkop Waspada Curanmor di Lamongan
Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Polres Lamongan dan Polsek Tikung Siagakan Personel Gabungan Amankan Aksi Damai FSP Kahutindo di PT PHS

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:32

Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice

Selasa, 15 September 2026 - 16:34

Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL

Selasa, 15 September 2026 - 15:56

Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 15:48

Patroli Hutan Pelangwot, Polsek Laren Pastikan Tak Ada Titik Api Karhutla di Lamongan

Selasa, 15 September 2026 - 15:40

Patroli Malam di Gampangsejati, Polsek Laren Ingatkan Pengunjung Warkop Waspada Curanmor di Lamongan

Berita Terbaru