Produk Jatim Mulai Masuk Rantai Pasok Haji, Khofifah Bidik Pasar Arab Saudi Lebih Luas

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan courtesy call dengan Konjen RI Jeddah Sugiri Suparwan di Kantor KJRI Jeddah, Kamis (24/9). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan courtesy call dengan Konjen RI Jeddah Sugiri Suparwan di Kantor KJRI Jeddah, Kamis (24/9). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

JEDDAH, RadarBangsa.co.id — Jawa Timur mendorong perluasan pasar produk unggulan ke Arab Saudi dengan membidik kebutuhan jemaah haji dan umrah sebagai salah satu pintu masuk. Langkah itu dibahas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan courtesy call dengan Konsul Jenderal RI di Jeddah Sugiri Suparwan di Kantor KJRI Jeddah, Kamis (24/9).

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah mendorong agar produk pangan, makanan olahan, hingga komoditas perikanan Jawa Timur dapat masuk lebih luas dan berkelanjutan ke pasar Arab Saudi.

Peluang itu telah mulai terlihat. Saat ini, produk makanan siap santap (ready-to-eat) dari tiga pelaku usaha asal Jawa Timur telah masuk sebagai pemasok kebutuhan jemaah haji. Pemprov Jatim selanjutnya mendorong perluasan akses pasar tersebut, termasuk untuk memenuhi kebutuhan jemaah umrah.

“Kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah sangat besar, dan Jawa Timur siap mengisi rantai pasok tersebut. Kami ingin produk UMKM dan industri Jawa Timur tidak hanya hadir, tetapi dapat menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan jemaah di Tanah Suci secara berkelanjutan,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, peluang pasar di Arab Saudi tidak hanya terbuka bagi industri makanan dan minuman olahan. Komoditas perikanan Jatim juga memiliki potensi untuk diperluas, salah satunya tuna sirip kuning dari Sendang Biru, Kabupaten Malang.

Sementara itu, industri pengolahan dan pengalengan ikan di Banyuwangi dinilai telah memiliki pengalaman menembus pasar ekspor. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk memperluas akses produk perikanan Jawa Timur ke Arab Saudi.

Selain perdagangan, pertemuan Khofifah dengan KJRI Jeddah juga membahas penguatan layanan finansial bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur.

Khofifah mengatakan kemudahan transaksi dan pengiriman uang merupakan bagian penting dari perlindungan PMI sekaligus berkaitan dengan kesejahteraan keluarga mereka di Indonesia.

Ia menjelaskan, aplikasi JConnect Mobile telah dapat digunakan untuk melakukan transaksi di luar negeri, termasuk Arab Saudi, dengan menggunakan kartu SIM lokal. Fitur tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan PMI yang menggunakan nomor telepon setempat selama bekerja di luar negeri.

Bank Jatim juga tengah menyiapkan layanan bagi PMI bersama Muslimat NU. Sementara itu, Pemprov Jatim melalui BPR Jatim menyiapkan dukungan pembiayaan ultra mikro bagi PMI yang kembali ke Indonesia untuk merintis atau mengembangkan usaha.

“Perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia harus menyeluruh, termasuk akses layanan keuangan dan masa depan keluarganya. Melalui inovasi perbankan digital, kami ingin transaksi dan pengiriman uang PMI menjadi lebih mudah, aman, dan inklusif,” kata Khofifah.

Peluang kerja sama juga dibuka pada sektor investasi. Khofifah mendorong agar investasi Arab Saudi di Jawa Timur tidak hanya terkonsentrasi pada sektor properti, tetapi dapat diperluas ke sektor lain, termasuk energi baru terbarukan.

Ia menyebut Jawa Timur memiliki beragam pilihan lokasi investasi dengan wilayah sekitar 37 persen dari Pulau Jawa. Diversifikasi investasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemerataan pembangunan dan industrialisasi di daerah.

Di bidang pendidikan, Pemprov Jatim juga menjalankan program Afirmasi Pendidikan (ADEM) Diaspora. Tahun ini, sebanyak 129 anak PMI dari lima titik, yakni Jeddah, Riyadh, Kuala Lumpur, Johor, dan Sarawak, diterima untuk melanjutkan pendidikan di Jawa Timur.

“Kerja sama internasional harus membawa manfaat nyata bagi daerah, mulai dari pembukaan pasar ekspor, penguatan layanan bagi pekerja migran, hingga akses pendidikan bagi putra-putri mereka. Sinergi dengan perwakilan kita di luar negeri adalah jembatan untuk menghadirkan harapan baru bagi masyarakat,” tutur Khofifah.

Konjen RI Jeddah Sugiri Suparwan menyambut baik kunjungan delegasi Jawa Timur. Ia menyebut hubungan Indonesia dan Arab Saudi sangat erat, namun peluang peningkatan perdagangan dan investasi masih terbuka.

Menurut Sugiri, sekitar dua juta jemaah umrah dan lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia datang ke Tanah Suci setiap tahun. Besarnya jumlah jemaah tersebut menjadi salah satu potensi pasar bagi produk dalam negeri.

KJRI Jeddah menyatakan siap menjembatani pelaku usaha Jawa Timur dengan mitra di Arab Saudi. Sugiri juga menyarankan penjajakan kemitraan dengan BPKH Limited, anak usaha Badan Pengelola Keuangan Haji yang telah memiliki izin usaha di Arab Saudi.

Peluang lain terbuka bagi eksportir tuna Jawa Timur. KJRI menyampaikan rencana mempertemukan eksportir tuna Jatim dengan importir pangan besar Arab Saudi yang dijadwalkan mengirim tim ke Indonesia pada pertengahan Oktober mendatang.

Di sektor keuangan, KJRI mendorong Bank Jatim menjajaki kerja sama dengan perbankan nasional yang tengah menyiapkan operasional di Arab Saudi. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung layanan remitansi PMI serta transaksi jemaah asal Jawa Timur.

KJRI juga menyatakan siap membantu sosialisasi layanan keuangan tersebut kepada PMI di Arab Saudi.

Untuk bidang pendidikan, Sugiri mengapresiasi program ADEM Diaspora yang dinilai membantu anak-anak keluarga Indonesia di Arab Saudi yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.

KJRI juga mendorong pemanfaatan beasiswa Pemerintah Arab Saudi yang masih tersedia bagi pelajar Indonesia, termasuk peluang pendidikan di King Fahd University of Petroleum and Minerals.

Sebagai tindak lanjut kerja sama perdagangan, KJRI Jeddah mendorong Jawa Timur menghadirkan paviliun tersendiri pada Trade Expo Indonesia yang dijadwalkan 14 Oktober mendatang. Dalam ajang tersebut, KJRI akan menghadirkan puluhan pengusaha Arab Saudi untuk bertemu langsung dengan pelaku usaha Indonesia.

“KJRI siap menjadi mitra Jawa Timur di Arab Saudi, baik untuk komunikasi, pendampingan, maupun mempertemukan pelaku usaha. Kami berharap tindak lanjut kunjungan ini dapat berjalan konsisten sehingga menghasilkan kerja sama yang konkret,” pungkas Sugiri.

Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan cenderamata lambang Surya Majapahit dari Khofifah kepada Konjen RI di Jeddah. Cenderamata itu menjadi simbol penguatan sinergi Jawa Timur dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi untuk membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, layanan PMI, dan pendidikan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru