Produk Pesantren Masuk e-Catalog Negara, Anggota DPD RI Komite III asal Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Ekonomi Umat

Jumat, 9 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong pesantren terlibat dalam e-catalog pengadaan barang dan jasa pemerintah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong pesantren terlibat dalam e-catalog pengadaan barang dan jasa pemerintah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Digitalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah di Jawa Timur mulai membuka peluang ekonomi baru bagi pesantren. Melalui optimalisasi e-catalog, produk dan jasa yang dikembangkan pesantren kini didorong untuk masuk ke dalam sistem belanja negara. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas sekaligus memperluas pemerataan manfaat belanja pemerintah.

Anggota DPD RI Komite III asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap optimal. Unit usaha pesantren mencakup berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, konveksi, percetakan, hingga jasa penunjang. Namun keterbatasan akses pasar membuat sebagian besar produk hanya beredar di lingkungan internal pesantren.

“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat ekonomi umat. Ketika negara membuka akses melalui e-catalog, pesantren memiliki peluang nyata untuk terlibat langsung dalam belanja pemerintah,” ujar Lia di Surabaya.

Ia menjelaskan, Jawa Timur yang menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam penerapan e-catalog telah menyiapkan ekosistem pengadaan digital yang relatif matang. Sistem ini memungkinkan pelaku usaha lokal, termasuk pesantren, masuk secara bertahap dan bersaing secara sehat berdasarkan kualitas, harga, serta kepatuhan administrasi.

Menurut Lia, digitalisasi pengadaan tidak hanya meningkatkan transparansi dan efisiensi birokrasi, tetapi juga mengubah arah belanja negara agar lebih inklusif. Ia menargetkan mulai 2026 keterlibatan produk pesantren dalam belanja pemerintah dapat meningkat signifikan.

“Keterlibatan pesantren akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal. Yang bergerak bukan hanya unit usaha, tetapi juga santri, alumni, dan masyarakat sekitar. Ini menciptakan ekosistem ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan,” katanya.

Lia juga menekankan pentingnya pendampingan dari negara dan pemerintah daerah. Aspek legalitas usaha, standarisasi produk, hingga literasi digital menjadi prasyarat agar pesantren mampu beradaptasi dengan sistem pengadaan elektronik.

“Negara tidak cukup hanya membuka sistem. Jika ingin inklusif, pesantren harus didampingi dari hulu ke hilir agar benar-benar siap bersaing,” ujarnya.

Ia menilai, masuknya pesantren ke e-catalog juga sejalan dengan prinsip keadilan sosial. Belanja pemerintah tidak lagi terpusat pada pelaku usaha besar, tetapi turut menggerakkan komunitas yang selama ini menjadi pilar sosial dan ekonomi masyarakat.

“Belanja negara harus memberi dampak sosial yang nyata. Ketika pesantren dilibatkan, negara sedang memperkuat fondasi ekonomi rakyat,” pungkas Lia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru