Produksi Padi Jatim Tertinggi Nasional, Khofifah: Ini Bukti Ketangguhan Petani

Kamis, 4 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan potensi produksi padi Jawa Timur pada Januari–Juli 2026 mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), tertinggi di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi perhatian karena diraih saat sektor pertanian di berbagai daerah menghadapi tantangan perubahan iklim global. Selain menjaga pasokan pangan, peningkatan produksi ini juga memperkuat peran Jawa Timur sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data BPS yang dirilis pada 2 Juni 2026, potensi produksi padi Jawa Timur meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari–Juli 2025, produksi padi Jawa Timur tercatat sebesar 7,30 juta ton GKG.

Dengan capaian tersebut, Jawa Timur berada di posisi teratas secara nasional. Angka itu melampaui Jawa Tengah yang memiliki potensi produksi 7,00 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada petani, penyuluh pertanian, pemerintah kabupaten/kota, TNI, kelompok tani, dan seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa kerja keras para petani dan seluruh stakeholder pertanian Jawa Timur memberikan hasil yang nyata. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang selama ini berikhtiar menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (4/6).

Menurut Khofifah, capaian tersebut tidak hanya menunjukkan peningkatan produksi, tetapi juga menggambarkan ketahanan sektor pertanian Jawa Timur dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi bukti nyata ketangguhan petani Jawa Timur serta kuatnya ekosistem pertanian yang terus kita bangun bersama. Jawa Timur akan terus berkomitmen menjaga perannya sebagai lumbung pangan nasional,” tegasnya.

Peningkatan produksi padi itu turut ditopang kenaikan luas panen. Data BPS mencatat luas panen padi di Jawa Timur pada Januari–Juli 2026 mencapai 1,38 juta hektare atau naik dari 1,30 juta hektare pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan luas panen ini menunjukkan bahwa produktivitas pertanian Jawa Timur tetap terjaga. Ini sekaligus mempertegas peran Jawa Timur sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional,” katanya.

Khofifah menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemprov Jawa Timur terus mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) melalui optimalisasi lahan pertanian potensial di berbagai daerah.

Upaya itu diperkuat dengan penggunaan benih unggul bersertifikat yang adaptif terhadap perubahan iklim, optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), penerapan teknologi budidaya modern, hingga penguatan infrastruktur sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi dan pengembangan irigasi perpompaan.

Selain itu, sistem deteksi dini dan pelaporan cepat terhadap potensi bencana pertanian juga terus diperkuat untuk meminimalkan risiko gagal panen.

“Jawa Timur akan terus berikhtiar menjaga stabilitas dan produktivitas sektor pertanian. Melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, kami optimis mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tegasnya.

Bagi Jawa Timur, capaian ini bukan hanya soal angka produksi. Di balik jutaan ton gabah yang dihasilkan, terdapat peran ribuan petani yang menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat dan menopang ketahanan pangan nasional di tengah tantangan iklim yang semakin kompleks.

“Keberhasilan ini bukan hanya capaian statistik, tetapi juga wujud nyata dedikasi para petani yang setiap hari bekerja menjaga ketersediaan pangan bangsa. InsyaAllah keberpihakan terhadap sektor pertanian akan terus menjadi prioritas pembangunan Jawa Timur,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia
Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026
Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober
Menaker Paparkan Regulasi Baru untuk Perkuat Pelindungan Pekerja
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Ibu LDII Lindungi Anak di Ruang Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:39

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:23

Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:08

Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026

Berita Terbaru