Program TJSL PELNI Buka Jalan Kesejahteraan Petani Kota Batu

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batu Nurochman (tengah) bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati, serta Kepala Desa Pandanrejo Abdul Manan saat peresmian Program Desa Mandiri di Pandanrejo, Rabu (20/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Batu Nurochman (tengah) bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati, serta Kepala Desa Pandanrejo Abdul Manan saat peresmian Program Desa Mandiri di Pandanrejo, Rabu (20/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero terus memperluas kontribusi sosialnya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu inisiatif terbaru adalah peresmian Desa Mandiri di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang diluncurkan hari ini pada Rabu (20/8/2025).

Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Batu Nurochman bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati. Turut hadir Direktur Utama PELNI Services Sukendra, Vice President Treasury dan TJSL PELNI Fauziah Ferryna, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, perwakilan DPRD, akademisi Universitas Brawijaya, serta tokoh masyarakat setempat.

“Dasar pembentukan Desa Mandiri adalah memberikan peluang nyata bagi petani. Hasil panen mereka akan diserap untuk kebutuhan pangan kapal penumpang PELNI, yang pada 2024 melayani hingga 5,1 juta penumpang,” ujar Anik Hidayati.

Desa Pandanrejo dipilih karena selama ini menjadi pemasok utama sayuran bagi PELNI Services. Program ini diharapkan meningkatkan kualitas, kuantitas, serta keamanan pangan yang dipasok ke kapal, khususnya di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Program Desa Mandiri mencakup pelatihan pembibitan sayuran, pembuatan pupuk organik, pengelolaan sistem irigasi, penerapan teknologi pertanian modern, hingga manajemen pascapanen. Menurut Anik, pendampingan akan berlangsung selama satu tahun untuk memastikan petani mampu memenuhi standar kualitas pangan PELNI. “Dengan adanya jaminan harga beli yang stabil, kesejahteraan petani di Pandanrejo diharapkan meningkat signifikan,” katanya.

Luas lahan pertanian di Pandanrejo mencapai 44 hektare dengan komoditas unggulan seperti cabai, bawang, kacang panjang, tomat, jagung manis, dan kubis. Potensi ini dinilai strategis untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan pasokan kapal PELNI yang saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang dengan 511 ruas pelayaran dan 1.359 rute.

Selain memberikan manfaat langsung, program TJSL PELNI juga mengacu pada pilar pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang ditetapkan PBB, meliputi aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola. “Harapannya program ini menjadi model yang bisa diadopsi oleh perusahaan BUMN lainnya,” tambah Anik.

Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan apresiasi tinggi kepada PELNI. “Atas pendampingan yang diberikan, petani di Pandanrejo maupun Gapoktan dan Poktan se-Kota Batu kini memiliki harapan lebih baik. Kami bersyukur, nasib petani perlahan menuju arah kejayaan,” ucapnya.

Ia berharap para petani yang tergabung dalam kemitraan ini mampu menjaga mutu dan kuantitas produksi.

“Kepercayaan ini harus dijaga. Dengan dukungan PELNI, petani bisa menjadi mandiri dan mampu bersaing secara global,” tutup Nurochman.

Lainnya:

Penulis : wanto

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru