SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Penghargaan Tokoh Perempuan Jawa Timur 2026 yang diterima Anggota DPD RI Lia Istifhama menjadi sorotan di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap kualitas demokrasi dan pelayanan politik yang berintegritas.
Pengakuan tersebut bukan sekadar simbol, tetapi mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap peran perempuan dalam politik. Hal ini dinilai penting di tengah tantangan demokrasi seperti disinformasi dan menurunnya partisipasi publik.
Ning Lia menegaskan, penghargaan itu menjadi pengingat untuk terus menjaga amanah masyarakat melalui kerja nyata dan konsistensi memperjuangkan aspirasi publik, khususnya di sektor pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kepemudaan.
“Ini bukan hanya tentang saya, tetapi bagaimana kita bersama menjaga kepercayaan publik. Demokrasi harus dijalankan dengan integritas dan keteladanan,” ujarnya.
Ia menilai, kualitas demokrasi sangat bergantung pada perilaku para pelaku di dalamnya. Jika kepercayaan publik melemah, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat, mulai dari menurunnya kualitas kebijakan hingga melemahnya kontrol terhadap layanan publik.
Karena itu, Ning Lia menekankan pentingnya peran bersama antara politisi, media, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem demokrasi tetap sehat. Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak bersikap apatis terhadap dinamika politik.
“Anak muda jangan apatis. Demokrasi harus dijaga bersama dengan sikap objektif dan tanggung jawab,” tegasnya.
Dalam praktiknya, ia mengedepankan pendekatan inklusif dan dialogis dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pesantren hingga komunitas akar rumput. Langkah ini dinilai efektif dalam memperkuat keterlibatan publik dan memastikan aspirasi warga terserap.
Dampaknya, hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat menjadi lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Tingkat kepercayaan publik terhadap Ning Lia juga terlihat dari capaian 2.739.123 suara pada Pemilu lalu. Survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 70,5 persen.
“Kalau kepercayaan publik terjaga, demokrasi akan tetap kuat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Lainnya:
- Sempat Dicurhati Ojol, DPD RI Lia Istifhama Syukuri Langkah Cepat Prabowo Pangkas Potongan Aplikasi
- Gebrakan PKB Lamongan, Kantor Fraksi Resmi Dibuka untuk Warga, Keluhan Ditangani Langsung
- Gebrakan Baru PKB Sidoarjo: Kantor Dpc Dibuka Tiap Jumat, Aduan Warga Ditampung Langsung
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








