Ratusan Kader GP Ansor dari Aceh hingga Papua Ikuti PKN XI di Sidoarjo, Fokus Cetak Pemimpin Visioner

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional XI dan Dirosah Ulya I GP Ansor di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Selasa (7/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional XI dan Dirosah Ulya I GP Ansor di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Selasa (7/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Sidoarjo dipercaya menjadi tuan rumah Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) XI dan Dirosah Ulya I GP Ansor yang digelar di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat. Kegiatan yang berlangsung pada 6–12 Juli 2026 itu diikuti kader terbaik GP Ansor dari Aceh hingga Papua Barat sebagai bagian dari penguatan kaderisasi nasional.

Pembukaan kegiatan pada Selasa (7/7/2026) dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bupati Mojokerto Gus Barra, jajaran PCNU, para ulama, serta Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat KH. Agoes Ali Masyhuri.

Mengusung tema “Membentuk Pemimpin Gerakan Berintegritas, Berwawasan, dan Responsif”, pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kader GP Ansor agar mampu menjawab tantangan sosial, kebangsaan, dan perkembangan zaman.

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sidoarjo sebagai lokasi penyelenggaraan agenda kaderisasi nasional tersebut.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sidoarjo sebagai tuan rumah Pelatihan Kepemimpinan Nasional XI dan Dirosah Ulya I GP Ansor. Semoga kegiatan ini mampu melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta responsif terhadap dinamika sosial yang terus berkembang,” kata Mimik.

Menurutnya, keberadaan kader muda yang memiliki kualitas kepemimpinan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Karena itu, pelatihan kepemimpinan dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus yang siap mengemban amanah organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menjelaskan, PKN XI merupakan bagian dari proses kaderisasi nasional yang dirancang untuk melahirkan pemimpin masa depan tanpa meninggalkan nilai dasar organisasi.

“Kami mendesain kader yang mampu menjawab tantangan zaman, tetapi tetap berpijak pada ideologi dan nilai-nilai GP Ansor. Kader harus adaptif, memiliki kapasitas kepemimpinan, dan siap mengabdi untuk umat, bangsa, serta negara,” ujarnya.

Ia mengatakan seluruh materi pelatihan difokuskan pada tiga fondasi utama kepemimpinan. Konsep Power Glue diarahkan untuk memperkuat persatuan organisasi, Power Bank membangun semangat perjuangan kader, sedangkan Power Point menjadi landasan dalam membangun gagasan, arah, dan strategi kepemimpinan.

Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz menilai kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, regenerasi yang berkualitas akan menentukan kekuatan Nahdlatul Ulama di masa mendatang.

“Estafet kepemimpinan Nahdlatul Ulama hanya akan berjalan baik apabila ditopang kader yang berkualitas, memiliki jaringan yang kuat, serta mampu membangun kemandirian organisasi. Karena itu, kaderisasi harus terus diperkuat secara berkelanjutan,” terangnya.

PKN XI menjadi forum strategis yang mempertemukan kader GP Ansor dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu ruang pembelajaran. Selain memperkuat kapasitas kepemimpinan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperluas jaringan, bertukar pengalaman, dan memperkokoh komitmen kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, PP GP Ansor, serta PWNU Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat kualitas penyelenggaraan pelatihan sekaligus melahirkan kader yang siap memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, masyarakat, dan negara.

“Kami berharap PKN XI menjadi tonggak lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang visioner, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Penulis : Rino

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Berita Terbaru