Razia Mercon Pendem di Pacitan, Polisi Tutup Lubang Baleman Ngile

Rabu, 18 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan menutup lokasi dugaan mercon pendem di Pacitan, Rabu (18 Maret 2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas gabungan menutup lokasi dugaan mercon pendem di Pacitan, Rabu (18 Maret 2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PACITAN, RadarBangsa.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, aparat gabungan Polsek Tulakan bersama Koramil Tulakan menggelar razia mercon pendem di wilayah Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Rabu (18 Maret 2026). Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan selama Ramadan hingga malam takbiran.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan lokasi pembuatan mercon pendem di Desa Ngile. Tepatnya di pekarangan milik warga bernama Jumadi, Dusun Jeggring, yang diduga akan digunakan sebagai tempat pembuatan baleman atau meriam tanah.

Petugas mendapati sebuah lubang yang telah disiapkan untuk mercon pendem. Lubang tersebut langsung ditutup guna mencegah penyalahgunaan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar.

Razia ini merupakan bagian dari upaya preventif aparat dalam menekan penggunaan bahan peledak tradisional yang kerap muncul saat Ramadan dan menjelang Lebaran. Selain berisiko tinggi, aktivitas tersebut juga dinilai mengganggu ketertiban umum.

Kapolsek Tulakan, IPTU Didik Pujihartono, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Razia ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan petasan dan mercon, termasuk mercon pendem, dilarang sesuai aturan yang berlaku.
“Kami tegaskan, segala bentuk bahan peledak berbahaya tidak diperbolehkan selama Ramadan,” tegasnya.

Selain itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak membuat atau menyalakan petasan.
“Kami mengajak warga mengisi malam takbiran dengan kegiatan positif dan aman,” tambahnya.

Tradisi mercon pendem atau baleman selama ini kerap memicu insiden ledakan yang berujung cedera bahkan korban jiwa. Oleh karena itu, aparat berupaya menekan praktik tersebut demi keselamatan masyarakat.

Langkah ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas kamtibmas menjelang Lebaran, sekaligus menciptakan suasana ibadah Ramadan yang lebih nyaman.

Kapolsek menegaskan pihaknya akan terus melakukan patroli dan pengawasan.
“Kami berharap masyarakat mendukung upaya ini demi terciptanya Lebaran yang aman dan kondusif,” tutupnya.

Penulis : Yuan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru