Ricuh di Rumdis Bupati Asahan, Alumni BEM Nus Tegur Sikap Mahasiswa

Minggu, 26 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah mahasiswa merangsek masuk ke rumah dinas Bupati Asahan untuk membubarkan kegiatan Konsolidasi BEM Nusantara, Jumat (24/10/2025). (Foto: Jk)

Sejumlah mahasiswa merangsek masuk ke rumah dinas Bupati Asahan untuk membubarkan kegiatan Konsolidasi BEM Nusantara, Jumat (24/10/2025). (Foto: Jk)

ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Kegiatan Konsolidasi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) yang digelar di pendopo rumah dinas Bupati Asahan, Sumatera Utara, Jumat (24/10/2025), mendadak ricuh. Sejumlah mahasiswa datang dan membubarkan jalannya acara yang tengah dihadiri tamu undangan, termasuk Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, serta unsur Forkopimda lainnya.

Kericuhan terjadi saat kegiatan yang semula berlangsung tertib itu tiba-tiba diserbu sekelompok mahasiswa yang menolak pelaksanaan konsolidasi. Aksi tersebut membuat acara sempat terhenti beberapa saat sebelum akhirnya kembali dilanjutkan setelah aparat dan panitia berhasil menenangkan situasi.

Insiden itu menuai sorotan dari berbagai kalangan, terutama dari para alumni BEM Nusantara. Mereka menilai tindakan membubarkan acara resmi organisasi mahasiswa nasional tersebut sebagai perilaku yang tidak pantas dan mencederai nilai-nilai intelektualitas mahasiswa.

Salah satu alumni BEM Nus, Dian Novita Marwa, yang pernah menjabat Koordinator BEM Nus Sumatera Utara sekaligus Korda Asahan periode 2006–2008, menilai insiden itu memalukan dan bertentangan dengan semangat akademik.

“Konsolidasi ini bagian dari program kerja resmi BEM Nusantara yang bertujuan memperkuat koordinasi antar-BEM se-Indonesia serta membahas isu-isu kebangsaan. Tidak semestinya ada pihak luar yang datang hanya untuk mengganggu jalannya acara,” ujar Dian kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, perbedaan pandangan antarorganisasi mahasiswa adalah hal wajar, namun tidak boleh disampaikan dengan cara provokatif. Ia menjelaskan, tidak semua BEM di Indonesia tergabung dalam BEM Nusantara karena ada juga wadah lain seperti BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Meski demikian, perbedaan aliansi tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjatuhkan.

“Kalau ada pandangan berbeda, sampaikan di forum akademik, bukan dengan tindakan emosional. Mahasiswa harus jadi teladan dalam menjaga adab dan menyelesaikan perbedaan secara bermartabat,” tegasnya.

Dian menambahkan, panitia sebenarnya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang sempat menolak kegiatan tersebut. Mereka juga menjelaskan bahwa acara ini bersifat terbuka dan difasilitasi Pemerintah Kabupaten Asahan. Namun, penjelasan itu tidak diindahkan. Kelompok mahasiswa tetap memaksa masuk ke area acara hingga menimbulkan ketegangan di depan peserta dan tamu undangan.

Para alumni menilai, tindakan seperti ini berpotensi merusak citra mahasiswa sebagai agen perubahan. Dunia kampus, kata Dian, seharusnya menjadi ruang untuk adu gagasan, bukan ajang demonstrasi tak beretika.

“Perbedaan itu hal biasa, tapi etika dan sopan santun harus tetap dijaga. Jangan sampai tindakan emosional menodai nama baik mahasiswa,” ujar Dian menegaskan.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa yang menolak kegiatan, Patria Sahdan, berpendapat bahwa pelaksanaan konsolidasi BEM Nus di Asahan tidak memiliki urgensi jelas dan tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Menurut saya, acara ini hanya ajang silaturahmi antar-BEM di Sumatera Utara. Pertanyaannya, apa kontribusi konkret kegiatan seperti ini untuk masyarakat Asahan?” ujarnya.

Meski menuai pro dan kontra, kegiatan Konsolidasi BEM Nusantara di Asahan tetap berlanjut hingga selesai. Banyak pihak berharap insiden ini menjadi refleksi bagi mahasiswa agar tetap menjunjung tinggi nilai intelektualitas, etika, dan semangat persatuan di tengah perbedaan pandangan.

Penulis : Joko

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru