MATARAM, RadarBangsa.co.id – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram terus memperkuat transformasi digital di sektor pelayanan kesehatan dengan menghadirkan SI PANTUN ARTIS (Sistem Pemantauan Antrean Terintegrasi dan Transparansi Informasi Status Resep). Inovasi yang terintegrasi dalam aplikasi SI PASTI (Sistem Informasi Pelayanan Pasien Tanpa Antre) ini dirancang untuk mempercepat pelayanan kefarmasian sekaligus memberikan kepastian informasi kepada pasien mengenai status resep obat secara real time.
Peluncuran inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih cepat, transparan, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Sistem ini juga mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis digital yang kini terus dikembangkan di RSUD H. Moh. Ruslan.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan pelayanan kesehatan tidak berhenti setelah pasien menjalani pemeriksaan dokter. Pelayanan farmasi, menurutnya, merupakan tahapan penting yang menentukan keberhasilan terapi sehingga harus terus ditingkatkan melalui inovasi.
“Pelayanan kesehatan merupakan satu kesatuan yang saling terintegrasi. Setelah pasien mendapatkan pemeriksaan dari dokter, pelayanan farmasi menjadi tahapan akhir yang sangat penting. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan inovasi agar pelayanan kefarmasian menjadi lebih cepat, transparan, efisien, dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” ujar dr. Eka.
Sebelum SI PANTUN ARTIS diterapkan, pasien rawat jalan masih menghadapi waktu tunggu yang relatif lama untuk memperoleh obat. Obat jadi membutuhkan waktu sekitar 60 hingga 90 menit, sedangkan obat racikan dapat mencapai 180 menit.
Kondisi tersebut menjadi perhatian manajemen rumah sakit karena tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi keberhasilan terapi. Sebagian pasien bahkan memilih pulang sebelum obat selesai disiapkan karena keterbatasan waktu maupun transportasi.
“Banyak pasien sudah merasa lelah setelah menjalani pemeriksaan. Tidak sedikit pula pasien yang berasal dari daerah yang jauh harus pulang lebih awal karena keterbatasan transportasi sehingga obat belum sempat diambil. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami,” jelasnya.
Persoalan waktu tunggu pelayanan farmasi juga muncul sebagai salah satu keluhan utama masyarakat berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2024. Berangkat dari evaluasi tersebut, RSUD H. Moh. Ruslan mengembangkan solusi digital yang mampu mempercepat alur pelayanan sekaligus meningkatkan pengalaman pasien.
Melalui SI PANTUN ARTIS, seluruh proses pelayanan resep kini terhubung langsung dengan Electronic Medical Record (EMR) rumah sakit. Setelah dokter menginput resep ke dalam sistem, data otomatis diteruskan ke instalasi farmasi untuk diproses tanpa memerlukan pencatatan ulang.
Apoteker kemudian melakukan verifikasi resep, menyiapkan obat, hingga menyelesaikan seluruh tahapan pelayanan sesuai standar kefarmasian. Integrasi sistem ini dinilai mampu mempercepat proses pelayanan sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi.
“Inovasi ini mempercepat alur pelayanan karena seluruh proses sudah saling terhubung. Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini juga meminimalkan potensi kesalahan administrasi,” kata dr. Eka.
Keunggulan utama SI PANTUN ARTIS terletak pada transparansi informasi yang diberikan kepada pasien. Melalui aplikasi SI PASTI, pasien dapat memantau perkembangan resep secara langsung mulai dari proses verifikasi, penyiapan obat, estimasi waktu penyelesaian hingga status obat siap diambil.
Begitu petugas farmasi menyelesaikan proses verifikasi akhir dan mengubah status menjadi “Obat Siap”, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada pasien. Dengan demikian, pasien tidak lagi harus menunggu tanpa kepastian ataupun berulang kali menanyakan perkembangan resep kepada petugas.
“Dengan adanya fitur ini, pasien tidak lagi menunggu tanpa kepastian ataupun berulang kali menanyakan perkembangan resep kepada petugas. Semua informasi dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi,” ungkapnya.
Tak hanya menghadirkan layanan pemantauan resep, aplikasi SI PASTI juga menyediakan fasilitas antar obat gratis bagi pasien yang memenuhi persyaratan dan berada di wilayah layanan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram. Melalui fitur tersebut, pasien dapat memilih mengambil obat secara langsung di instalasi farmasi atau memanfaatkan layanan pengantaran ke rumah.
Menurut dr. Eka, layanan tersebut merupakan bentuk pelayanan yang lebih humanis, terutama bagi pasien lanjut usia, penyandang disabilitas, pasien dengan keterbatasan mobilitas, maupun masyarakat yang tinggal cukup jauh dari rumah sakit.
“Melalui layanan antar obat gratis ini, pasien tidak perlu kembali mengantre di rumah sakit. Mereka dapat langsung pulang setelah pemeriksaan dan menunggu obat diantar ke rumah sesuai ketentuan layanan yang berlaku,” ujarnya.
Implementasi SI PANTUN ARTIS juga memberikan manfaat bagi tenaga kefarmasian. Berkurangnya pertanyaan mengenai status resep membuat petugas dapat lebih fokus melakukan verifikasi, menyiapkan obat, serta memberikan edukasi mengenai penggunaan obat secara optimal kepada pasien.
Lebih jauh, dr. Eka menjelaskan bahwa SI PASTI merupakan platform layanan digital terintegrasi yang menghadirkan berbagai kemudahan, mulai dari pendaftaran online, pemantauan antrean pelayanan, pemantauan status resep melalui SI PANTUN ARTIS, hingga berbagai layanan digital lainnya dalam satu aplikasi.
Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store maupun Apple App Store dan kini telah menggantikan sistem e-reservasi sebelumnya.
Menutup keterangannya, dr. Eka menegaskan bahwa pengembangan SI PANTUN ARTIS merupakan bagian dari komitmen RSUD H. Moh. Ruslan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, efektif, efisien, transparan, dan berpusat pada pasien.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan pengobatan, tetapi juga menghadirkan kepastian, kenyamanan, dan kemudahan. Melalui SI PANTUN ARTIS yang dikembangkan pada Aplikasi SI PASTI, kami berharap kualitas pelayanan farmasi semakin baik, kepuasan masyarakat terus meningkat, serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram semakin kuat,” tutup dr. Eka.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar