MATARAM, RadarBangsa.co.id – RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram berhasil mengumpulkan 653 kantong darah dalam kegiatan Donor Darah Kebangsaan yang digelar di Auditorium Lombok Epicentrum Mall, Minggu (15/2/2026). Aksi sosial ini merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Imlek dan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
Kegiatan melibatkan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi NTB, RSUP Provinsi NTB, serta PMI dan unsur perguruan tinggi. Secara keseluruhan, dari 1.191 pendaftar terkumpul 1.056 kantong darah.
Direktur Utama RSUD HMR, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp F.E.R., M.Kes., M.Sc., menjelaskan capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan lintas komunitas.
“Menurut laporan tim, total perolehan darah hari ini mencapai 1.056 kantong. Dari jumlah itu, 653 kantong berasal dari RSUD HMR. Ini bukti kolaborasi yang kuat antara rumah sakit, organisasi sosial, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, ketersediaan stok darah menjadi faktor krusial dalam pelayanan kesehatan, terutama untuk pasien gawat darurat, operasi, hingga kasus ibu melahirkan dan penyakit kronis. Kekurangan stok darah dapat berdampak langsung pada keselamatan pasien.
Karena itu, RSUD HMR secara konsisten mendukung kegiatan donor darah sebagai bagian dari pelayanan publik berbasis kebutuhan masyarakat. Momentum Imlek dan Ramadhan dinilai memperkuat pesan solidaritas dan kepedulian sosial di tengah keberagaman.
Dalam kegiatan tersebut, panitia memberikan snack, goodie bag, serta kupon undian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada pendonor. Namun, dr. Eka menekankan bahwa nilai utama kegiatan ini adalah dampak kemanusiaan.
“Satu kantong darah dapat membantu lebih dari satu pasien. Kami berharap kesadaran donor darah terus tumbuh dan menjadi budaya,” tutupnya.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








