BIMA, RadarBangsa.co.id – Rutan Raba mencatat prestasi dengan meraih Peringkat I Anugerah Reksa Bandha 2025 dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bima. Penghargaan itu diberikan dalam kategori utilisasi Barang Milik Negara (BMN) untuk satuan kerja dengan nilai aset di bawah Rp30 miliar.
Penghargaan diserahkan langsung Kepala KPKNL Bima, Imam Ahmadi, Kamis (16/4/2026). Capaian ini menempatkan Rutan Raba sebagai salah satu instansi dengan tata kelola aset negara terbaik di wilayah kerja Bima.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan evaluasi pengelolaan aset sepanjang tahun 2025. Penilaian mencakup ketertiban administrasi, pemanfaatan aset, hingga akuntabilitas penggunaan sarana dan prasarana negara.
Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan pengawasan publik terhadap penggunaan fasilitas pemerintah, capaian ini menjadi sorotan. Pengelolaan BMN dinilai bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menyangkut kualitas layanan publik dan tanggung jawab terhadap uang negara.
Kepala Rutan Kelas IIB Raba, Tajudinur, menyebut penghargaan itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran. Menurutnya, setiap proses pengelolaan aset dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengelolaan BMN kami jalankan sesuai ketentuan, dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” kata Tajudinur.
Ia menegaskan, seluruh aset dicatat, dipelihara, dan dimanfaatkan sesuai fungsi untuk mendukung tugas pemasyarakatan. “Setiap aset dicatat dan dimanfaatkan sesuai fungsi, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Prestasi ini menjadi penting karena pengelolaan aset negara kerap menjadi perhatian publik, terutama terkait potensi pemborosan atau aset mangkrak di lembaga pemerintah. Penghargaan tersebut menunjukkan fasilitas negara dapat dimanfaatkan optimal untuk menunjang pelayanan warga binaan dan operasional lembaga.
Bagi pemerintah, capaian Rutan Raba dapat menjadi contoh bagi satuan kerja lain agar lebih disiplin dalam mengelola aset. Tata kelola yang baik juga berpotensi menekan kerugian negara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Tajudinur memastikan capaian itu bukan akhir, melainkan standar kerja yang harus dipertahankan. “Standarnya sudah jelas. Kami jalankan, kami jaga, dan kami pertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar