Satpol PP Nganjuk Telusuri Dugaan Galian Ilegal di Bantaran Sungai Brantas

Rabu, 14 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satpol PP Kabupaten Nganjuk bersama perangkat Desa Juwet dan Babinsa meninjau lokasi dugaan galian di bantaran Sungai Brantas, Senin (12/1/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Satpol PP Kabupaten Nganjuk bersama perangkat Desa Juwet dan Babinsa meninjau lokasi dugaan galian di bantaran Sungai Brantas, Senin (12/1/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGANJUK, RadarBangsa.co.id — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait dugaan aktivitas galian tanah di bantaran Sungai Brantas yang dinilai mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum), serta berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan risiko bencana.

Tindak lanjut tersebut dilakukan dengan mendatangi Kantor Desa Juwet, Kecamatan Nganjuk, pada Senin (12/1/2026), untuk meminta klarifikasi sekaligus melakukan koordinasi awal dengan pemerintah desa setempat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan laporan masyarakat yang menyangkut dugaan pelanggaran aturan di wilayah desa.

Di Kantor Desa Juwet, petugas Satpol PP bertemu langsung dengan Kepala Desa Juwet. Dalam pertemuan itu, kepala desa menyampaikan bahwa aktivitas galian yang dilaporkan warga tidak mengantongi izin resmi. Ia menjelaskan, Forum Pimpinan Desa (Forpimdes) sebelumnya telah memberikan peringatan kepada pihak yang diduga melakukan penggalian, namun imbauan tersebut tidak diindahkan.

Sebagai langkah lanjutan, Kepala Desa Juwet menghubungi Babinsa Desa Juwet untuk bersama-sama melakukan survei lapangan. Koordinasi lintas unsur ini dilakukan mengingat Babinsa merupakan aparat pemangku wilayah yang memiliki peran strategis dalam pengawasan teritorial. Setelah berkoordinasi di Balai Desa, rombongan yang terdiri dari Satpol PP, kepala desa, perangkat desa, dan Babinsa menuju lokasi galian di bantaran Sungai Brantas.

Saat dilakukan pengecekan di lapangan, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan yang sedang berlangsung. Namun demikian, kondisi fisik tanah di lokasi menunjukkan bekas galian yang masih baru. Temuan tersebut menguatkan dugaan adanya aktivitas penambangan tanpa izin yang berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap stabilitas bantaran sungai dan tanggul.

Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk, Nafhan Tohawi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk kegiatan yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Setiap aktivitas penambangan yang tidak memiliki izin resmi jelas melanggar aturan dan berisiko merusak lingkungan, termasuk mengancam kekuatan tanggul sungai yang dapat memicu banjir. Satpol PP akan bertindak sesuai kewenangan dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah desa dan aparat kewilayahan,” ujar Nafhan.

Ia menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui inspeksi mendadak di sejumlah lokasi yang dinilai rawan pelanggaran. Selain penindakan, pendekatan persuasif juga akan ditempuh agar pihak-pihak terkait menghentikan aktivitas galian ilegal.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan lingkungan,” kata Nafhan.

Melalui langkah ini, Satpol PP Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas trantibum sekaligus melindungi wilayah sungai dari potensi kerusakan akibat aktivitas ilegal.

Penulis : Budiono-RB

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru