Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Polda Jatim Gercep Penangkapan Samuel

Selasa, 30 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah cepat Polda Jatim dalam mengusut kasus dugaan mafia tanah yang menimpa Nenek Elina. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah cepat Polda Jatim dalam mengusut kasus dugaan mafia tanah yang menimpa Nenek Elina. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Langkah cepat aparat kepolisian kembali menjadi sorotan publik. Polda Jawa Timur dinilai menunjukkan keseriusan dalam menangani dugaan praktik mafia tanah dengan memeriksa Samuel, sosok yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dalam kasus yang menimpa Nenek Elina. Pemeriksaan ini dipandang sebagai sinyal bahwa penegakan hukum mulai menyentuh area yang selama ini dianggap “kebal”.

Kasus Nenek Elina bukan sekadar sengketa agraria biasa. Perkara ini mencerminkan persoalan struktural yang telah lama menghantui masyarakat kecil, terutama kelompok rentan yang memiliki keterbatasan akses hukum. Dugaan manipulasi dokumen dan penguasaan lahan secara sistematis menjadi isu utama yang memantik perhatian luas.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, secara terbuka mengapresiasi respons cepat Polda Jatim. Menurutnya, keberanian aparat memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat merupakan langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Langkah cepat Polda ini patut diapresiasi. Kasus Nenek Elina harus menjadi momentum titik terang untuk membongkar mafia tanah yang selama ini bekerja di ruang gelap dan menyasar rakyat kecil yang lemah secara hukum,” ujar Lia Istifhama, Senin (29/12).

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menegaskan bahwa praktik mafia tanah selama ini berkembang karena adanya ketimpangan kekuasaan dan lemahnya perlindungan hukum bagi masyarakat bawah. Banyak korban, kata dia, memilih diam karena tekanan, rasa takut, hingga minimnya dukungan hukum.

Kasus Nenek Elina juga dinilai menyentuh sisi kemanusiaan. Seorang warga lanjut usia yang seharusnya menikmati masa tua dengan aman justru harus berhadapan dengan proses hukum panjang akibat konflik tanah yang diduga melibatkan jaringan terorganisir.

“Jika negara abai, keadilan hanya akan menjadi jargon. Namun ketika aparat bergerak cepat, transparan, dan berani, harapan publik kembali hidup. Ini bukan semata tentang Nenek Elina, melainkan tentang ribuan korban lain yang bernasib serupa,” tegasnya.

Ning Lia mendorong agar penyelidikan tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Ia meminta Polda Jatim menelusuri aktor intelektual serta jaringan yang selama ini diduga bermain di balik praktik mafia tanah.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika satu kasus dibongkar secara serius, efek dominonya akan sangat besar,” tambahnya.

Publik kini menanti konsistensi aparat penegak hukum. Kasus Nenek Elina diharapkan menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik mafia tanah secara menyeluruh, sekaligus penegasan bahwa hukum berpihak pada keadilan sosial.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru