LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Lamongan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Jawa Timur, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Keindahan pantai-pantai di wilayah pesisir utara ini dinilai mampu menjawab kebutuhan wisata masyarakat yang menginginkan ketenangan, keasrian, sekaligus pengalaman visual yang berkesan.
Momentum libur akhir tahun dinilai tepat untuk mendorong pergerakan wisata lokal. Hal itu pula yang disampaikan Anggota DPD RI, Lia Istifhama, saat meninjau sejumlah kawasan pesisir Lamongan. Senator muda yang akrab disapa Ning Lia tersebut menilai Lamongan memiliki kekayaan wisata pantai yang layak menjadi destinasi utama selama libur Nataru.
Menurutnya, karakter pantai di Lamongan menawarkan suasana yang berbeda dibandingkan kawasan wisata lain yang cenderung padat. “Pantai-pantai di Lamongan memberi ruang bagi siapa pun untuk menikmati alam secara lebih tenang dan reflektif. Ini penting, terutama di tengah rutinitas masyarakat yang semakin padat,” ujarnya, Rabu (24/12).
Ning Lia menyebut sejumlah kawasan pantai di Kecamatan Paciran, termasuk Banjarwati, sebagai contoh destinasi yang menyimpan daya tarik kuat. Salah satu lokasi yang mencuri perhatian adalah kawasan yang populer dijuluki sebagai Pantai Maldives-nya Lamongan. Kawasan ini dinilai memiliki kekuatan visual yang khas, dengan latar kapal nelayan, laut terbuka, serta lanskap pesisir yang masih alami.
Ia menilai potensi tersebut bukan hanya bernilai wisata, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat pesisir. Aktivitas wisata, menurutnya, mampu menggerakkan sektor UMKM, jasa lokal, hingga membuka peluang ekonomi kreatif berbasis alam dan budaya.
“Wisata bahari Lamongan bukan sekadar tempat berlibur, tetapi ruang hidup masyarakat. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya akan kembali ke warga sekitar,” kata Lia.
Keunikan kawasan pantai ini juga ditunjang oleh deretan gubuk bambu yang berdiri di sepanjang pesisir. Selain menjadi tempat beristirahat bagi pengunjung, gubuk-gubuk tersebut menambah nilai estetika dan menghadirkan nuansa tradisional yang kuat. Bagi wisatawan, spot ini kerap menjadi lokasi favorit untuk berfoto.
Daya tarik utama lainnya muncul saat sore hari. Pemandangan matahari terbenam di kawasan pantai Lamongan menghadirkan gradasi warna langit yang berpadu dengan siluet perahu nelayan dan garis pantai. Suasana tersebut menciptakan pengalaman senja yang tenang dan berkesan, terutama bagi wisatawan yang mencari wisata berbasis alam.
Menutup kunjungannya, Senator Lia mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai destinasi wisata lokal. “Liburan tidak harus jauh. Di Lamongan, kita bisa menemukan keindahan, ketenangan, sekaligus makna kebersamaan. Inilah saatnya wisata lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








