MALANG, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menghadiri Mujahadah Kubro di kawasan Gajayana, Kota Malang, dan mendapat sambutan hangat dari jamaah, khususnya kalangan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kehadiran senator yang akrab disapa Ning Lia itu menjadi perhatian karena interaksinya yang terbuka dan santun dengan jamaah.
Sejumlah jamaah tampak antusias menyapa Ning Lia usai rangkaian doa bersama. Beberapa di antaranya menyampaikan pujian secara spontan, yang dibalas dengan senyum dan sapaan ramah. Ning Lia juga melayani ajakan berbincang hingga berswafoto bersama warga.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat. Saya merasa bersyukur bisa hadir dan berdoa bersama jamaah,” ujar Ning Lia di sela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Mujahadah Kubro bukan hanya ruang spiritual, tetapi juga ruang sosial untuk mendengar langsung aspirasi umat. “Di forum seperti ini, saya bisa menyerap harapan dan kegelisahan masyarakat secara langsung,” katanya.
Ning Lia dikenal sebagai representasi nadhliyin milenial yang memadukan kesantunan, intelektualitas, dan kedekatan dengan akar rumput. Putri KH Maskur Hasyim itu aktif mengikuti kegiatan NU, mulai dari pengkaderan Mapaba dan Makesta, hingga kegiatan kelembagaan NU dari tingkat wilayah, cabang, hingga ranting.
Latar belakang akademiknya turut membentuk karakter tersebut. Ning Lia menempuh pendidikan di Universitas Airlangga, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan STAI Taruna Surabaya. “Pendidikan dan organisasi mengajarkan saya disiplin, tanggung jawab, dan keberpihakan pada kemaslahatan umat,” tuturnya.
Dalam Pemilihan Anggota DPD RI, Ning Lia meraih sekitar 2,7 juta suara se-Jawa Timur. Ia menilai capaian itu sebagai amanah besar. “Dukungan masyarakat adalah tanggung jawab yang harus dijaga dengan kerja nyata,” ujarnya.
Pengamat sosial Mubarok menilai Ning Lia memiliki modal sosial yang kuat. “Daya tarik Ning Lia terletak pada kombinasi religiusitas, kecerdasan, dan kemampuan membangun komunikasi emosional dengan masyarakat,” katanya.
Menurut Mubarok, kehadiran Ning Lia di Mujahadah Kubro Malang menunjukkan konsistensi menjaga basis kulturalnya. “Ia menjadi contoh figur publik NU yang mampu menjembatani nilai tradisi dengan dinamika zaman,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar