Sidak LPG 3 Kg di Bangkalan, Pemkab Pastikan Stok Aman dan Harga Tak Melonjak

Senin, 20 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Diskopumdag Bangkalan memeriksa distribusi dan harga LPG 3 kilogram saat sidak di sejumlah pangkalan, Senin (20/05). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Diskopumdag Bangkalan memeriksa distribusi dan harga LPG 3 kilogram saat sidak di sejumlah pangkalan, Senin (20/05). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan bergerak cepat menjaga pasokan gas bersubsidi. Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram, Senin (20/05), untuk memastikan stok tersedia dan harga tetap sesuai ketentuan.

Langkah ini dinilai penting karena LPG 3 kilogram menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Jika pasokan terganggu atau harga melonjak, dampaknya langsung dirasakan warga, mulai dari beban belanja harian hingga biaya produksi usaha kecil.

Dalam sidak tersebut, tim mendatangi agen LPG PT Loka Jaya Mario Bangkalan serta pangkalan milik M. Sholeh. Hasil pengecekan menunjukkan distribusi dari agen ke pangkalan berjalan lancar. Kuota tersedia sesuai alokasi dan penyaluran rutin dilakukan berdasarkan jadwal.

Kepala Diskopumdag Bangkalan, Muhammad Rasuli, menegaskan sidak dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi kelangkaan maupun permainan harga di lapangan. Menurutnya, kondisi stok LPG bersubsidi di Bangkalan saat ini masih aman.

> “Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan LPG 3 kilogram dengan harga wajar dan pasokan yang cukup. Sampai hari ini stok aman dan distribusi berjalan baik,” ujar Rasuli.

Selain mengecek stok, petugas juga mengingatkan pangkalan agar LPG subsidi hanya dijual kepada konsumen yang berhak, yakni rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007.

Diskopumdag juga menegaskan penjualan wajib mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai aturan Kementerian ESDM. Agen maupun pangkalan dilarang menyalurkan gas subsidi ke pengecer, toko, atau warung yang bukan pangkalan resmi.

Kebijakan pengawasan ini diharapkan mampu menjaga distribusi LPG tepat sasaran, menekan praktik penjualan liar, serta memberi kepastian bagi warga bahwa kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi.

“Kami akan terus melakukan pengawasan berkala agar hak masyarakat atas LPG subsidi tetap terjaga,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru