KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI di Jakarta, Jumat (15/8/2025), menjadi momen penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 serta Nota Keuangan. Sidang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani, dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pimpinan lembaga negara, para menteri, serta mantan Presiden dan Wakil Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa RAPBN 2026 adalah anggaran pertama yang ia susun bersama Wapres Gibran sejak dilantik, sebagai wujud implementasi visi “Indonesia Tangguh, Mandiri, dan Sejahtera.”
“Ketangguhan adalah fondasi kemandirian dan kesejahteraan rakyat. Kita akan perkuat ketahanan pangan, energi, ekonomi, dan pertahanan,” ujar Presiden.
Pidato Presiden ini disaksikan secara serentak di seluruh Indonesia melalui sidang paripurna DPRD provinsi, kabupaten, dan kota, termasuk di Kota Batu. Ketua DPRD Batu HM Didik Subiyanto memimpin jalannya sidang istimewa yang dihadiri 30 anggota dewan, Forkopimda, jajaran TNI–Polri, veteran, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dalam paparannya, Prabowo menguraikan delapan fokus utama RAPBN 2026:
1. Ketahanan Pangan – Swasembada beras dan jagung, harga stabil, petani makmur, nelayan sejahtera. Anggaran Rp164,4 triliun, termasuk Rp46,9 triliun subsidi 9,62 juta ton pupuk dan Rp53,3 triliun untuk lumbung pangan.
2. Ketahanan Energi – Produksi migas, percepatan energi baru terbarukan, subsidi energi tepat sasaran, dengan dukungan fiskal Rp402,4 triliun.
3. Makan Bergizi Gratis (MBG) – Menjangkau 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita dengan dana Rp335 triliun.
4. Pendidikan Bermutu – Rp757,8 triliun untuk beasiswa, peningkatan kualitas guru, fasilitas sekolah, dan program Sekolah Rakyat.
5. Kesehatan Berkualitas – Rp244 triliun untuk layanan kesehatan, penurunan stunting, asuransi kesehatan bagi 96,8 juta jiwa, dan program Cek Kesehatan Gratis.
6. Penguatan Koperasi dan UMKM – Akses pembiayaan murah, penguatan ekonomi desa.
7. Pertahanan Semesta – Modernisasi alutsista, industri strategis nasional, kesejahteraan prajurit.
8. Investasi dan Perdagangan Global – Hilirisasi, pembangunan 3 juta rumah, dengan 770 ribu unit mendapat dukungan APBN.
Postur RAPBN 2026 memproyeksikan pendapatan negara Rp3.147,7 triliun (tumbuh 9,8%) dan belanja negara Rp3.786,5 triliun (tumbuh 7,3%), dengan defisit Rp638,8 triliun atau 2,48% PDB. Target pertumbuhan ekonomi dipatok 5,4%, inflasi 2,5%, tingkat kemiskinan 6,5–7,5%, pengangguran 4,44–4,96%, dan rasio gini 0,377–0,380.
Presiden menegaskan komitmennya menjaga APBN tetap sehat dan kredibel. “Dengan kerja sama dan gotong royong, kita akan wujudkan Indonesia Merdeka, Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkasnya.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Wanto
Editor : Zainul Arifin








