Sinergi Pesantren dan Pemerintah, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Nasional

Rabu, 22 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Komitmen Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat peran pesantren di berbagai bidang kembali menuai apresiasi nasional. Melalui ajang Pesantren Award 2025, pemerintah pusat memberikan penghargaan khusus kepada Khofifah atas kontribusinya dalam memajukan pesantren dan santri di Jawa Timur.

Acara penghargaan yang digelar pada Senin (20/10) malam itu berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, ulama, serta perwakilan pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, secara langsung menyerahkan Piala dan Piagam Penghargaan kepada perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jatim, Tiat S. Suwardi, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah.

Khofifah menerima penghargaan dalam kategori Gubernur Pendukung Tiga Fungsi Pesantren, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas berbagai kebijakan dan program yang telah diinisiasi untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pengembangan ekonomi umat, serta penjaga nilai-nilai kebangsaan di Jawa Timur.

Dalam keterangannya, Khofifah menyampaikan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar dalam menjaga moralitas bangsa dan memperkuat karakter generasi muda. Ia menilai, di tengah arus modernisasi dan tantangan global, pesantren tetap menjadi benteng moral serta sumber nilai kemanusiaan dan moderasi beragama.

“Pesantren telah menjadi oase kesejukan di tengah dinamika dunia modern. Di sini, nilai-nilai Islam yang ramah, toleran, dan penuh kasih sayang terus tumbuh dan membimbing masyarakat,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, peran pesantren tidak sebatas lembaga pendidikan agama, tetapi juga bagian dari gerakan sosial yang menumbuhkan kemandirian ekonomi dan memperkuat solidaritas masyarakat. Ia menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah dan pesantren untuk menciptakan kemajuan yang inklusif dan berkeadilan.

“Nilai-nilai seperti keikhlasan, kesederhanaan, dan cinta tanah air yang diajarkan di pesantren adalah fondasi penting dalam membangun bangsa yang berkarakter dan berkeadaban,” katanya.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu juga menekankan agar para santri mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial. Melalui ilmu, keterampilan, dan nilai keislaman yang diperoleh di pesantren, para santri diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang lebih maju dan berdaya saing.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Pesantren Award bukan sekadar ajang penghargaan tahunan, melainkan gerakan nasional untuk memperkuat ekosistem pesantren di seluruh Indonesia.

“Pesantren Award adalah momentum untuk memperkuat sinergi antar-lembaga dan menumbuhkan semangat kemandirian di lingkungan pesantren. Ini bukan sekadar seremoni, tapi gerakan bersama membangun peradaban bangsa,” tutur Nasaruddin.

Kementerian Agama mencatat, hingga 2025 terdapat 42.369 pesantren dengan lebih dari 6,2 juta santri di seluruh Indonesia. Selain itu, terdapat 104.205 Madrasah Diniyah Takmiliyah dengan 3,3 juta santri, serta 195.901 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang menaungi lebih dari 3 juta peserta didik.

Nasaruddin memastikan pemerintah akan terus memperkuat dukungan terhadap pesantren, baik melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan ekonomi mandiri, maupun digitalisasi sistem pembelajaran.

“Kita ingin pesantren tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga pelaku aktif dalam membangun masa depan bangsa,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia
Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026
Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober
Menaker Paparkan Regulasi Baru untuk Perkuat Pelindungan Pekerja
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Ibu LDII Lindungi Anak di Ruang Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:39

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:23

Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:08

Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026

Berita Terbaru