Sinergi Polda Jatim dan Unesa di Lamongan, Ketahanan Pangan Makin Kuat

- Redaksi

Senin, 2 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Jatim bersama Unesa dan Cabdindik Lamongan penyerahan sertifikat dan mendeklarasikan sinergi ketahanan pangan di MTs Miftahul Ulum, Solokuro, Sabtu (31/5). Foto: Humas Polres Lamongan / RadarBangsa/Zainul

Polda Jatim bersama Unesa dan Cabdindik Lamongan penyerahan sertifikat dan mendeklarasikan sinergi ketahanan pangan di MTs Miftahul Ulum, Solokuro, Sabtu (31/5). Foto: Humas Polres Lamongan / RadarBangsa/Zainul

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan (Cabdindik), serta Sekolah Nasional Tangguh untuk Ketahanan Pangan Rakyat (Sentra), secara resmi mendeklarasikan sinergi program ketahanan pangan nasional yang digelar di MTs Miftahul Ulum, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Sabtu (31/5/2025).

Deklarasi ini turut dihadiri Kabag Binkar Biro SDM Polda Jatim AKBP Warsono, Wakil Rektor IV Unesa Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, Teknologi Informasi dan Komunikasi Dwi Cahyo Kartiko, serta Dekan Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa Nining Widyah Kusnanik.

Kabag Binkar Biro SDM Polda Jatim, AKBP Warsono menyampaikan bahwa dalam program ini, sejumlah personel dari jajaran Satgas Pangan Polda Jatim turut diterjunkan untuk memperkuat implementasi ketahanan pangan di satuan pendidikan.

“Ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dengan dunia pendidikan,” ujar AKBP Warsono.

Ia menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan mampu menjadi gerakan percepatan ketahanan pangan nasional yang digagas dari Jawa Timur.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan peneguhan komitmen kerja sama strategis antara Unesa, Polda Jatim, dan mitra pendidikan di daerah, termasuk Cabdindik Lamongan dan belasan sekolah menengah atas di sekitarnya.

“Kami ingin mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan dari daerah untuk Indonesia,” ungkapnya.

Ia menyebut, sinergi tersebut telah tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Unesa dan Polda Jatim pekan lalu di lingkungan rektorat. Salah satu fokus kerja sama adalah penguatan kurikulum ketahanan pangan di sekolah-sekolah mitra.

“Unesa melalui FKP akan mendampingi sekolah dalam memformulasikan ketahanan pangan sebagai bagian dari kurikulum, atau minimal dikembangkan dalam program ekstrakurikuler,” jelas Dwi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional membutuhkan pendekatan komprehensif yang tidak hanya berhenti pada edukasi siswa, namun juga menyasar masyarakat secara lebih luas.

Senada dengan itu, Dekan FKP Unesa Nining Widyah Kusnanik menjelaskan pentingnya pendidikan ketahanan pangan diterapkan sejak dini.

“Pendidikan sejak sekolah dasar sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda. Di tangan mereka, tergenggam arah ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyebut program ini sebagai tonggak awal dalam membangun kembali semangat dan posisi strategis sektor pangan, dengan menjadikan sekolah sebagai pusat gerakan.

“Unesa melalui FKP siap mengawal kerja sama ini bersama Polda Jatim dan mitra lainnya,” imbuh Nining.

Kegiatan deklarasi juga dirangkai dengan peninjauan lahan pertanian sekolah, penanaman pohon secara simbolis, serta seminar bertajuk “Menjadi Petani Muda Itu Keren: Mengembalikan Kejayaan Sektor Pertanian Menuju Swasembada Pangan dari Sekolah”. Seminar tersebut menghadirkan Wakil Dekan I FKP Unesa yang juga merupakan guru besar, Prof. Isnawati, sebagai narasumber utama.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru