SMSI Dorong Media Siber Hadirkan Pemberitaan Menyejukkan

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dari berbagai provinsi saat mengikuti rapat koordinasi nasional secara virtual, Rabu (3/9/2025). (Dok Foto SMSI)

Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dari berbagai provinsi saat mengikuti rapat koordinasi nasional secara virtual, Rabu (3/9/2025). (Dok Foto SMSI)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar rapat koordinasi nasional yang melibatkan seluruh pengurus provinsi se-Indonesia, Rabu (3/9/2025). Agenda ini digelar secara virtual untuk menyerap informasi terkini dari daerah sekaligus menghimpun pandangan kebangsaan dari pelaku media lokal.

Dari berbagai laporan yang disampaikan, kondisi daerah umumnya mulai berangsur kondusif meski sebelumnya sempat diwarnai aksi massa di sejumlah kota. Ketua SMSI Nusa Tenggara Timur (NTT), Benny, menegaskan masyarakat di wilayahnya tidak mudah terprovokasi isu perpecahan. Ia menyebut dukungan publik tetap mengalir terhadap langkah Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas nasional.

Hal serupa juga disampaikan Ketua SMSI Papua, Hans. Menurutnya, masyarakat di kawasan timur Indonesia tetap berkomitmen menjaga persatuan.

“Warga Papua paham betul pentingnya kebersamaan, sehingga tidak mudah diadu domba dengan narasi provokatif,” ujarnya.

Namun, sejumlah pengurus provinsi mengaku prihatin terhadap maraknya informasi tidak terkendali di media sosial. Narasi provokatif dari influencer dinilai berpotensi memicu keresahan masyarakat. Karena itu, media arus utama diminta mengambil peran lebih aktif dalam menyajikan informasi yang akurat, menenangkan, dan solutif.

Ketua SMSI Banten, Lesman Bangun, menekankan pentingnya kesadaran kolektif pers daerah untuk menolak provokasi. Ia mengingatkan bahwa aspirasi masyarakat daerah tidak boleh diabaikan.

“Kami meminta pemerintah pusat lebih mendengar suara daerah. Rakyat sudah menunjukkan komitmen kuat menjaga kondusifitas,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris SMSI Jawa Timur, Tarmuji, menambahkan komitmen anggotanya untuk terus berpegang pada kode etik jurnalistik.

“Kita tidak ingin terjebak provokasi. Media harus hadir dengan informasi yang akurat dan berimbang,” katanya.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menegaskan bahwa seluruh aspirasi daerah akan disampaikan kepada pemerintah pusat dan Dewan Pers. SMSI juga akan merumuskan pernyataan sikap sebagai rekomendasi nasional.

“Media di daerah memiliki posisi strategis untuk menjaga suasana tetap kondusif. Kita harus memastikan informasi yang sampai ke publik benar, menenangkan, dan tidak memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Dengan situasi yang mulai stabil, SMSI berharap pers daerah terus menjaga semangat kebersamaan. Stabilitas wilayah dinilai sebagai pondasi penting bagi keberhasilan pembangunan bangsa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.

“Stabilitas daerah adalah fondasi pembangunan nasional. Karena itu, SMSI mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga semangat kebersamaan demi keutuhan bangsa,” pungkas Firdaus.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru