Tak Terdeteksi Petugas, Bayi Gajah Sumatera Muncul di Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun Langsung Beri Nama

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau anak Gajah Sumatera yang lahir di Taman Nasional Tesso Nilo dan memberi nama Nona Seroja. Kamis, 11 Jun i 2026  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau anak Gajah Sumatera yang lahir di Taman Nasional Tesso Nilo dan memberi nama Nona Seroja. Kamis, 11 Jun i 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Kelahiran seekor anak Gajah Sumatera di kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi kabar menggembirakan di tengah ancaman penyusutan habitat dan konflik satwa liar. Anak gajah yang lahir dari induk bernama Ria itu bahkan sempat tidak terdeteksi oleh petugas hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat.

Momen langka tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang meninjau lokasi konservasi Flying Squad Balai TNTN di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kamis (11/6/2026).

Dalam kunjungannya, Kapolda secara resmi memberikan nama “Nona Seroja” kepada bayi gajah tersebut. Nama itu dipilih sebagai simbol harapan baru bagi upaya pelestarian Gajah Sumatera yang populasinya terus menghadapi tekanan akibat alih fungsi lahan, perburuan, dan kerusakan habitat.

Kedatangan Kapolda disambut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pelalawan, pengelola TNTN, petugas konservasi, hingga para mahout yang selama ini merawat gajah-gajah binaan Flying Squad.

Kepala Balai TNTN, Heru Submantoro, mengatakan kelahiran anak gajah tersebut menjadi kejutan sekaligus kabar membahagiakan bagi seluruh petugas konservasi. Menurutnya, peristiwa itu membuktikan bahwa kawasan Tesso Nilo masih memiliki kemampuan mendukung kehidupan satwa liar yang dilindungi.

*”Kelahiran anak gajah dari induk Ria menjadi harapan baru bagi konservasi Gajah Sumatera. Tesso Nilo masih mampu mendukung keberlangsungan hidup satwa ikonik ini. Menjaga kawasan ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,”* ujarnya.

Sementara itu, Irjen Pol Herry Heryawan menyebut kelahiran Nona Seroja sebagai peristiwa penting bagi konservasi satwa di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau yang menjadi salah satu habitat utama Gajah Sumatera.

“Kelahiran ini merupakan peristiwa berharga bagi Riau dan dunia konservasi. Di tengah tantangan penyempitan habitat dan ancaman perburuan, ini adalah pertanda baik. Saya merasa terhormat dapat memberikan nama Nona Seroja sebagai simbol harapan dan keindahan,” kata Kapolda.

Ia menegaskan, Polda Riau akan terus mendukung upaya perlindungan lingkungan hidup dan memperkuat penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan lingkungan yang mengancam kelestarian satwa liar.

Kelahiran Nona Seroja juga menjadi simbol penting sinergi antara Polri, TNI, Balai TNTN, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan ekosistem Tesso Nilo.

Di tengah berbagai tantangan konservasi yang masih terjadi, kehadiran Nona Seroja menjadi pengingat bahwa harapan untuk menyelamatkan Gajah Sumatera masih terbuka. Keberhasilan menjaga habitat alami menjadi kunci agar spesies langka tersebut tetap lestari untuk generasi mendatang.

“Mari kita jaga habitatnya dan lindungi keberadaannya untuk anak cucu kita. Nona Seroja adalah simbol bahwa harapan itu masih ada,” pungkas Kapolda Riau.

Penulis : MMd

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Produksi Padi Lamongan Tembus 904 Ribu Ton, Raih Terbaik 1 Wilwatikta Awards 2026
1.926 Atlet Turun di Bupati Cup 2026, Jember Bangkitkan Atletik
Arum Sabil Bantu Ibu Sunani, Rumah Berdinding Bambu Jadi Perhatian
Warga Jember Patungan Pasang Jaring di Gladak Cakol, Cegah Sampah ke Sungai
Pasar Murah Khofifah di Jombang, Beras SPHP Rp11 Ribu per Kg
Khofifah Dorong Dakwah Digital, 80 Persen Masyarakat Cari Referensi Agama Online

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Minggu, 1 November 2026 - 21:54

AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers

Minggu, 1 November 2026 - 21:47

Produksi Padi Lamongan Tembus 904 Ribu Ton, Raih Terbaik 1 Wilwatikta Awards 2026

Minggu, 1 November 2026 - 21:33

1.926 Atlet Turun di Bupati Cup 2026, Jember Bangkitkan Atletik

Minggu, 1 November 2026 - 21:19

Warga Jember Patungan Pasang Jaring di Gladak Cakol, Cegah Sampah ke Sungai

Berita Terbaru