Tari Gandrung di Banyuwangi Menyala, 1.500 Penari Ramaikan Festival

- Redaksi

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta menampilkan Tari Gandrung dalam Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” di Gesibu Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peserta menampilkan Tari Gandrung dalam Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” di Gesibu Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Upaya menjaga keberlanjutan Tari Gandrung terus dilakukan Banyuwangi dengan menggelar Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa”. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan strategi kultural untuk memastikan tarian ikonik Banyuwangi tetap hidup, relevan, dan dikenal lintas generasi serta lintas daerah.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 Desember, di Gelanggang Kesenian Banyuwangi (Gesibu) tersebut diikuti sekitar 1.500 penari dari berbagai kategori usia, mulai TK, SD, SMP, SMA hingga umum. Pesertanya datang dari berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Bali, seperti Yogyakarta, Gresik, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, hingga Bali.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan Tari Gandrung bukan hanya seni pertunjukan, melainkan identitas budaya daerah yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan kebersamaan. Menurutnya, festival ini menjadi instrumen penting untuk merawat warisan budaya agar tidak tergerus zaman.

“Tari Gandrung adalah jati diri Banyuwangi. Lomba ini bukan semata-mata kompetisi, tetapi ruang edukasi dan regenerasi agar seni tradisi terus tumbuh di tangan generasi muda,” ujar Ipuk, Sabtu (27/12/2025).

Ipuk juga mengapresiasi konsistensi para pegiat seni, sanggar tari, dan komunitas budaya yang selama ini aktif melakukan regenerasi penari Gandrung serta mempromosikannya hingga ke tingkat nasional dan internasional. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah menginisiasi dan menjaga keberlangsungan Gandrung,” katanya.

Inisiator sekaligus penyelenggara festival, Sabar Haryanto, menjelaskan bahwa Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan dan selalu menarik ribuan peserta setiap tahunnya. Ia menilai antusiasme tersebut menjadi indikator kuat bahwa Gandrung masih memiliki daya hidup yang besar.

“Sebagai pegiat seni, ini bentuk dukungan kami bersama pemerintah untuk terus menghidupkan Gandrung, khususnya di kalangan anak muda,” ujar Sabar yang juga pengasuh Sanggar Tari Lang Lang Buana Banyuwangi.

Tahun ini, panitia secara khusus mengundang sanggar dan komunitas tari dari luar daerah. Langkah tersebut diambil karena Tari Gandrung kini telah berkembang dan dipelajari di banyak wilayah. “Peserta luar kota cukup banyak meski undangan hanya melalui surat. Ini membuktikan Gandrung sudah familiar dan diterima luas,” ungkapnya.

Dalam kompetisi ini, peserta membawakan delapan variasi Tari Gandrung, di antaranya Gandrung Seblang Lukinto, Gandrung Gurit Mangir, Gandrung Jaran Dawuk, Gandrung Variasi, Gandrung Sri Dewi, Gandrung Kembang Menur, dan Gandrung Marsan. Variasi tersebut menunjukkan kekayaan ekspresi Gandrung yang terus berkembang sesuai konteks budaya dan kreativitas seniman.

Salah satu pelatih tari asal Lumajang, Nasseh, mengatakan pihaknya menurunkan dua grup penari. “Kami mulai latihan intensif sejak November. Tidak terlalu sulit karena Gandrung sudah akrab di komunitas kami,” katanya.

Sementara Ikrom, pelajar kelas IX SMPN 1 Tempeh Lumajang, mengaku bangga bisa tampil di Banyuwangi. “Latihannya menantang, tapi menyenangkan. Alhamdulillah bisa masuk final,” ujarnya usai membawakan Gandrung Marsan.

Melalui festival ini, Banyuwangi menegaskan komitmennya menjadikan Gandrung sebagai warisan hidup yang terus berdenyut di panggung lokal hingga nasional.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dukcapil Bangkalan Disorot Nasional, Perekaman KTP-el Tembus 100 Persen
Gubernur Jawa Timur Khofifah Pacu Panen di Madiun, Produksi Padi Jatim Naik 5 Persen
Polrestabes Semarang Gandeng Radar Bangsa, Generasi AI Disiapkan Lawan Hoaks dan Kejahatan Digital
Duka di Sidoarjo Berbuah Perhatian Negara, Santunan Besar Diserahkan Subandi
Saat Daerah Lain Krisis Pangan, Khofifah Justru Siapkan Ekspor Beras dari Jatim
Jatim Targetkan Produksi Padi Naik 5 Persen, Khofifah Fokus Cegah Gagal Panen
Menaker Alarm Bahaya Global, Buruh dan Pengusaha Diminta Bersatu
Judi Online dan Konten Vulgar Kian Masif, DPD RI Lia Istifhama Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:40 WIB

Dukcapil Bangkalan Disorot Nasional, Perekaman KTP-el Tembus 100 Persen

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:15 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Pacu Panen di Madiun, Produksi Padi Jatim Naik 5 Persen

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:32 WIB

Polrestabes Semarang Gandeng Radar Bangsa, Generasi AI Disiapkan Lawan Hoaks dan Kejahatan Digital

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:53 WIB

Duka di Sidoarjo Berbuah Perhatian Negara, Santunan Besar Diserahkan Subandi

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:20 WIB

Saat Daerah Lain Krisis Pangan, Khofifah Justru Siapkan Ekspor Beras dari Jatim

Berita Terbaru