Tingkatkan Value Added, USM Beri Pelatihan Manajemen Usaha ke UKM Batik Grobogan

Kamis, 18 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id– Universitas Semarang (USM) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) DIKTI tahun 2025 memberi pelatihan Pengelolaan Manajemen Usaha bagi UKM Batik Grobogan di Di Pusat Pengembangan UKM/IKM Dalmadi Center Purwodadi, Grobogan. Selasa (8/7/2025).

Pelatihan itu dilakukan tiga dosen Jurusan Akuntansi USM yang bermitra dengan IKM/UKM Dalmadi center Grobogan. Tiga orang itu meliputi, Dr Willyanto Kartiko Kusumo SE Msi CFA ( Ketua PKM ), Albert SE MM PhD dan Anitiyo Soelistiyono SE MSi PhD.

Selain dihadiri pengrajin sejumlah 25 orang, acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ) Kabupaten Grobogan Pradana Setyawan SPT MP dan Kepala Bidang Industri (Disperindag) Kabupaten Grobogan Sri Rahayu SE.

Pradana menyampaikan perlu kerjasama rutin antara pemerintah dan perguruan tinggi lebih instens memberikan pelatihan untuk membantu mengembangkan sumber daya masyarakat khususnya dibidang IKM dan UKM.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan edukasi. Disperindag berharap adanya kerja sama yang lebih dengan Universitas Semarang serta institusi lainnya agar dapat terus berlanjut dalam bentuk pelatihan, penelitian, dan pengembangan produk unggulan daerah,”ucap Pradana.

Dalam acara tersebut, tim PKM USM mengawali dengan memberikan wawasan manajemen produksi yang berorientasi pada kuantitas dan kualitas produk serta memberikan pelatihan pengelolaan pembukuan keuangan yang standar untuk UMKM.

Ketua tim PKM Willyanto mengatakan dengan adanya pelatihan ini, kedepan pelaku UMKM mampu mengelola data menggunakan sistem keuangan standar agar bisa mendongkrak penjualan menjadi lebih baik lagi.

Pada kegiatan PKM ini diperkenalkan dengan sistem keuangan standar untuk mengukur keberhasilan usaha. Dengan menggunakan sistem keuangan ini sebuah usaha untuk melakukan hal lain dan mengevaluasi dampak bisnis,” ujar Willy.

Ia pun menjabarkan konsep Keuangan Standar sebagai upaya untuk menciptakan perusahaan lebih berkembang dan teroganisir lebih baik.

“Pelatihan Manajemen Keuangan khususnya pembukuan bagi para pengurus UMKM pengrajin batik, agar keuangan UMKM dapat dipertanggungjawabkan secara baik dan benar.,” tandasnya.

Penulis : Tirta

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru