TP2DD Jatim Terbaik Se-Jawa Bali 2026, Khofifah: Digitalisasi Harus Beri Manfaat Nyata

Jumat, 25 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Tahun 2026 untuk kawasan Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Penghargaan tersebut diterima Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Rakornas tersebut dirangkai dengan pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen dan upaya Pemprov Jatim dalam mendorong percepatan serta perluasan digitalisasi di daerah. ([Antara News Jawa Timur][1])

Gubernur Khofifah mengatakan penghargaan tersebut harus menjadi pemacu bagi Jawa Timur untuk terus memperluas manfaat transformasi digital bagi masyarakat.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur. Tetapi yang lebih penting, ini menjadi energi bagi kita untuk terus memperluas manfaat digitalisasi. Jangan sampai digitalisasi hanya menjadi perubahan cara kerja, tetapi harus benar-benar menghadirkan kemudahan dan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (25/9/2026).

Menurut Khofifah, digitalisasi daerah tidak cukup hanya dengan mengubah mekanisme pelayanan dari manual menjadi elektronik. Transformasi digital harus mampu membangun ekosistem yang memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku UMKM, dunia usaha, hingga pemerintah.

“Digitalisasi tidak boleh berhenti pada bagaimana pemerintah melakukan transaksi secara elektronik. Yang lebih penting adalah bagaimana transformasi ini memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi masyarakat, pelaku UMKM, dunia usaha, maupun pemerintah sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, manfaat digitalisasi dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang lebih mudah dan cepat, transaksi yang semakin efisien, pencatatan yang lebih baik, serta terbukanya akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan ekonomi dan keuangan.

“Ketika masyarakat semakin mudah bertransaksi, UMKM semakin mudah mengakses pasar dan layanan keuangan, dunia usaha semakin efisien, dan pemerintah semakin cepat memberikan pelayanan, di situlah digitalisasi memberikan nilai tambah yang nyata,” tuturnya.

Untuk memperluas ekosistem digitalisasi, Pemprov Jatim terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Khofifah menegaskan, perluasan digitalisasi tidak dapat dilakukan hanya dari sisi pemerintah. Menurutnya, seluruh pihak perlu menyatukan langkah agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih luas.

“Keberhasilan digitalisasi daerah bukan pekerjaan satu institusi. Pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, pemerintah kabupaten/kota, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing. Karena itu, sinergi ini akan terus kita perkuat agar manfaat digitalisasi semakin luas,” jelasnya.

Rakornas Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang dirangkai dengan FEKDI dan IFSE 2026, lanjut Khofifah, menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi sekaligus bertukar pengalaman mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan digital.

Perkembangan teknologi yang semakin cepat, kata dia, harus diikuti kemampuan pemerintah daerah untuk beradaptasi dan memastikan teknologi digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Jawa Timur ingin terus menjadi daerah yang adaptif terhadap perubahan. Teknologi harus kita manfaatkan bukan hanya untuk membuat pemerintahan lebih efisien, tetapi juga untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, memperkuat UMKM, mendukung dunia usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Khofifah menuturkan, penghargaan TP2DD Provinsi Terbaik 2026 sejalan dengan semangat Jatim BISA, yakni membangun Jawa Timur yang Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Justru menjadi energi untuk terus memperluas dan meningkatkan kualitas digitalisasi di Jawa Timur. Kita ingin transformasi digital benar-benar dirasakan manfaatnya secara lebih luas dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang semakin berdaya serta ekonomi daerah yang semakin tumbuh,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru