Tutup Tahun 2025 dengan Shalawat, Khofifah Tekankan Doa untuk Negeri

Rabu, 31 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Dardak menghadiri Dzikir, Doa, dan Shalawat Akhir Tahun 2025 bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Masjid Raya Islamic Center Surabaya, Selasa (30/12) malam. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Dardak menghadiri Dzikir, Doa, dan Shalawat Akhir Tahun 2025 bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Masjid Raya Islamic Center Surabaya, Selasa (30/12) malam. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengikuti Dzikir, Doa, dan Shalawat Akhir Tahun 2025 bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di halaman Masjid Raya Islamic Center Surabaya, Selasa (30/12) malam. Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah itu bertepatan dengan 10 Rajab 1447 Hijriah dan menjadi momentum refleksi, syukur, serta ikhtiar spiritual menyongsong tahun 2026.

Di tengah suasana religius yang dipenuhi lantunan shalawat, Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur menjadikan akhir tahun sebagai ruang evaluasi dan penguatan batin. Menurutnya, pergantian tahun tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga kesempatan kolektif untuk memohon perlindungan dan keberkahan bagi daerah dan bangsa.

“Wilayah ini Surabaya Barat. Mudah-mudahan rawuhnya Habib Syech mengajak bershalawat di sini menjadi penguat harmoni kehidupan masyarakat, tidak hanya Surabaya dan Jawa Timur, tetapi resonansinya sampai ke seluruh Indonesia,” ujar Khofifah, yang disambut lantang shalawat para jamaah Syekher Mania.

Khofifah juga mengajak seluruh hadirin mendoakan saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah bencana alam di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menekankan bahwa hingga kini masa tanggap darurat di beberapa daerah masih berlangsung dan membutuhkan dukungan doa dari seluruh elemen bangsa.

“Dengan dzikir, doa, dan shalawat yang nanti dipimpin Al Mukarram Habib Syech, mari kita doakan saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Masih ada banjir bandang susulan, bahkan gempa di Agam. Semoga mereka sabar, kuat, segera pulih, dan bangkit kembali,” tuturnya.

Ia menambahkan, bagi para korban yang wafat, semoga Allah SWT menerima mereka dalam keadaan husnul khotimah. Menurut Khofifah, empati dan solidaritas nasional menjadi nilai penting yang harus terus dirawat, terutama di tengah situasi kebencanaan yang berulang.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyinggung kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di Jawa Timur. Ia mengungkapkan bahwa curah hujan pada Desember 2025 baru mencapai sekitar 20 persen, sebagian di antaranya telah dikendalikan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) agar hujan tidak turun terlalu deras di satu wilayah.

“Menurut BMKG, Januari diperkirakan curah hujannya mencapai 58 persen, atau hampir tiga kali lipat dibanding Desember. Februari sekitar 22 persen. Yang Desember ini pun sudah dibantu dengan modifikasi cuaca,” jelasnya.

Khofifah menjabarkan, modifikasi dilakukan dengan menabur garam di atas laut dan kapur saat awan bergerak ke daratan. Pendekatan ilmiah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko banjir dan bencana hidrometeorologi.

Namun, ia mengakui tidak semua fenomena alam bisa dikendalikan oleh teknologi. Angin kencang, puting beliung, hingga gempa bumi masih berada di luar kemampuan manusia untuk dimodifikasi atau diprediksi secara pasti.

“Kemarin kami ke Banyuwangi bersama Basarnas, BNPB, dan BMKG. Sampai hari ini, teknologi untuk memodifikasi angin belum ditemukan. Gempa juga tidak bisa diprediksi,” tegasnya.

Karena itu, Khofifah menilai ikhtiar teknis harus selalu disertai dengan ikhtiar spiritual. Ia mengutip pandangan Kepala Basarnas yang menegaskan pentingnya doa sebagai kekuatan utama di luar pendekatan scientific dan profesional.

“Setelah semua ikhtiar dilakukan, yang harus mengiringi adalah doa. Diawali dan diakhiri dengan doa. Karena hanya doa yang tembus dan Allah yang menganugerahkan keselamatan,” katanya.

Khofifah pun mengajak masyarakat menutup 2025 dan menyambut 2026 dengan dzikir, istighotsah, dan shalawat sebagai jalan menjemput ridha dan keberkahan Allah SWT bagi Jawa Timur, Indonesia, dan bulan Rajab.

Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menyampaikan bahwa dzikir dan shalawat akhir tahun merupakan momentum memperkuat silaturahmi, persatuan, dan kerukunan sosial. Menurutnya, kebersamaan dalam doa menjadi fondasi penting bagi kedamaian bangsa.

“Kita tutup 2025 dan menyambut 2026 dengan dzikir, istighotsah, shalawat, tilawatil Quran. Saling berjumpa, saling menyayangi, dan rukun. Inilah yang diharapkan Jawa Timur,” ujarnya.

Habib Syech menegaskan doa adalah senjata utama seorang mukmin. Ia berharap masyarakat tidak saling menyakiti, menebar kebencian, atau fitnah, melainkan memperkuat persaudaraan dan kerja sama lintas elemen.

“Indonesia ke depan harus rukun, damai, saling mendoakan. Umara, ulama, aghniya, dan fuqara harus bekerja bersama. Kalau bersatu, hidup akan tenang dan damai,” pungkasnya.

Di akhir acara, Gubernur Khofifah, Habib Syech, dan Forkopimda Jawa Timur turut melakukan pengundian 14 paket tabungan umrah bagi wajib pajak patuh sebagai bentuk apresiasi dan motivasi partisipasi publik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Habib Abu Bakar, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur. Momentum ini menjadi penanda kuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam menjaga harmoni sosial dan ketahanan spiritual masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Berita Terbaru