Wakapolres Lamongan Hadiri Ngunduh Mantu dan Isbat Nikah Massal Terpadu 2025

- Redaksi

Selasa, 12 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolres Lamongan Kompol I Made Prawira Wibawa (kedua dari kanan) menghadiri kegiatan Ngunduh Mantu dan Isbat Nikah Massal Terpadu 2025 di Pendopo Lokatantra, Lamongan, Selasa (12/8/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakapolres Lamongan Kompol I Made Prawira Wibawa (kedua dari kanan) menghadiri kegiatan Ngunduh Mantu dan Isbat Nikah Massal Terpadu 2025 di Pendopo Lokatantra, Lamongan, Selasa (12/8/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Wakapolres Lamongan, Kompol I Made Prawira Wibawa S., S.T., S.I.K., M.I.K., hadir dalam rangkaian kegiatan Ngunduh Mantu dan Isbat Nikah Massal Terpadu Kabupaten Lamongan Tahun 2025 di Pendopo Lokatantra, Selasa (12/8/2025). Kegiatan yang digelar untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 ini juga menjadi momen penting bagi puluhan pasangan yang resmi memperoleh pengesahan pernikahan.

Acara turut dihadiri Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.EK., pejabat Forkopimda, pimpinan lembaga peradilan, serta perwakilan OPD dan camat se-Kabupaten Lamongan. “Kebersamaan seluruh elemen ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga keagamaan memiliki komitmen yang sama untuk melindungi hak-hak sipil warga,” ujar Kompol I Made Prawira Wibawa di sela kegiatan.

Rangkaian acara dimulai dengan kirab pengantin, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Lamongan, dan Mars PKK. Prosesi resmi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan panitia, khutbah nikah, doa bersama, serta penyerahan dokumen kependudukan seperti buku nikah, kartu keluarga, dan akta kelahiran anak. “Kami ingin memastikan seluruh pasangan pulang membawa dokumen lengkap agar status pernikahan mereka diakui negara,” kata Ketua Panitia Isbat Nikah 2025.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam sambutannya menegaskan bahwa legalitas pernikahan adalah kebutuhan mendasar. “Pernikahan yang sah tidak hanya untuk hidup bersama, tetapi juga memberikan kepastian hukum, perlindungan hak-hak pasangan, serta menjadi landasan sah baik di mata negara maupun agama,” ujarnya.

Ia menambahkan, dokumen resmi pernikahan bermanfaat untuk banyak aspek kehidupan. *“Dengan buku nikah, pasangan bisa membuat akta kelahiran anak, mengurus administrasi pendidikan, bahkan hak waris. Semua itu bagian dari perlindungan negara bagi warganya,”* tegasnya.

Di sela acara, dilakukan pula penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan. Salah satu peserta nikah massal menyampaikan rasa syukur. “Saya lega sekali sekarang pernikahan kami sudah diakui secara resmi. Tidak perlu bingung lagi mengurus dokumen anak,” ujar salah satu pasangan.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah. Menurut Bupati, acara ini akan terus menjadi agenda rutin Pemkab Lamongan. “Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari pelayanan publik yang nyata. Kami ingin semua warga Lamongan memiliki kepastian hukum dalam pernikahannya,” tutup Yuhronur.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru