Wamenaker Afriansyah Noor Tegaskan Audit K3 Tak Bisa Ditawar, Keselamatan Pekerja Jadi Prioritas Nasional

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenaker Afriansyah Noor memberi arahan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di Jakarta, Sabtu (28/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wamenaker Afriansyah Noor memberi arahan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di Jakarta, Sabtu (28/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak boleh dikompromikan karena menyangkut perlindungan nyawa pekerja sekaligus keberlanjutan usaha nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di PT IDSurvey (Persero), sebagaimana keterangan resmi Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Afriansyah, audit penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) tidak boleh dipandang sekadar proses administratif atau pemeriksaan dokumen semata. Audit harus memastikan sistem keselamatan benar-benar berjalan di lapangan melalui identifikasi bahaya, pengendalian risiko, serta tindakan korektif sebelum kecelakaan kerja terjadi.

“Independensi lembaga audit harus dijaga. Jangan sampai ada pembiaran terhadap potensi risiko kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penerapan audit K3 yang kredibel memberikan perlindungan langsung bagi pekerja karena memastikan lingkungan kerja aman dan risiko operasional terkendali. Di sisi lain, bagi perusahaan, audit yang objektif menjadi bagian penting dari manajemen risiko untuk mencegah gangguan produksi, kerugian finansial, hingga kerusakan reputasi usaha.

Afriansyah mengingatkan bahwa audit yang lemah justru membuka ruang terjadinya insiden fatal yang berdampak luas, tidak hanya pada tenaga kerja, tetapi juga stabilitas bisnis dan kepercayaan publik terhadap perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah meminta PT IDSurvey sebagai lembaga inspeksi dan audit sistem manajemen tetap bersikap profesional terhadap seluruh pengguna jasa. Setiap temuan ketidaksesuaian standar keselamatan wajib dicatat dan dilaporkan secara objektif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Momentum Bulan K3 Nasional 2026, lanjutnya, menjadi pengingat bagi dunia industri agar keselamatan kerja tidak dipandang sebagai beban biaya operasional, melainkan investasi jangka panjang guna menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha.

“Keselamatan kerja adalah hak pekerja. Audit harus jujur dan tegas, karena yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi perusahaan, tetapi masa depan banyak orang,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru