Wamenaker: Dunia Kerja Tak Lagi Andalkan Ijazah, Kompetensi Jadi Kunci

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenaker Afriansyah Noor saat membuka Rakernas Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Wamenaker Afriansyah Noor saat membuka Rakernas Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan perubahan besar di dunia kerja: ijazah tak lagi cukup. Kompetensi dan sertifikasi kini menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing tenaga kerja di tengah tuntutan industri yang terus berkembang.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja PT Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Pemerintah menilai, ketidaksesuaian antara kemampuan tenaga kerja dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan serius.

Menurut Afriansyah Noor, perubahan ini penting disikapi karena berdampak langsung pada peluang kerja masyarakat. Tanpa kompetensi yang relevan, lulusan berisiko sulit terserap di pasar kerja meski memiliki ijazah tinggi.

“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah agar pekerja mampu bersaing dan beradaptasi,” ujarnya.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong penguatan pelatihan vokasi dan sertifikasi melalui berbagai lembaga, seperti balai pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan, Politeknik Ketenagakerjaan, hingga Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat link and match antara pendidikan dan industri.

Selain aspek kompetensi, pemerintah juga menyoroti pentingnya hubungan industrial yang sehat. Konflik kerja yang tidak terselesaikan dinilai dapat menghambat produktivitas dan berdampak pada stabilitas ekonomi perusahaan.

Afriansyah mengajak serikat pekerja untuk mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. “Jika komunikasi berjalan baik, perusahaan akan tumbuh dan pekerja semakin sejahtera,” katanya.

Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menambahkan bahwa kualitas SDM menjadi faktor penentu keberlanjutan bisnis. Ia menekankan pentingnya kesejahteraan pekerja sebagai bagian dari strategi perusahaan.

Bagi publik, kebijakan ini membuka peluang peningkatan keterampilan sekaligus memperbesar akses kerja. Dengan kompetensi yang tepat, tenaga kerja diharapkan lebih siap menghadapi persaingan global.

“Dengan kebersamaan dan komitmen, kita bisa menjaga harmoni kerja dan masa depan perusahaan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru