SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 1.452 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 resmi diterjunkan untuk melakukan pendataan door-to-door di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan besar-besaran yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) ini menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan investasi daerah.
Pelepasan ribuan petugas sensus dilakukan dalam apel resmi yang digelar di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu malam (10/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo Mohammad Bahrul Amig yang mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi.
Dalam sambutannya, Bahrul Amig menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang hanya dilaksanakan satu kali dalam kurun waktu sepuluh tahun. Karena itu, kualitas data yang dihasilkan akan sangat menentukan arah kebijakan pembangunan pemerintah pada masa mendatang.
“Tahun 2026 ini akan dilaksanakan pendataan lengkap Sensus Ekonomi sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional. Sensus ini akan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi yang digunakan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang terlibat langsung di lapangan. Karena itu, seluruh petugas diminta menjaga profesionalisme, etika, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Ia mengingatkan para petugas untuk mengedepankan prinsip senyum, sapa, dan salam saat melakukan pendataan. Penggunaan atribut resmi juga dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat selama proses sensus berlangsung.
“Kehadiran petugas menjadi pondasi utama keberhasilan sensus ini. Embanlah amanah dengan baik, fokus pada akurasi data, jaga kesehatan, dan jadilah komunikator yang baik di tengah masyarakat,” katanya.
Bahrul Amig menekankan bahwa data merupakan instrumen utama dalam penyusunan kebijakan publik. Kesalahan data berpotensi menimbulkan program pembangunan yang tidak tepat sasaran dan tidak sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jika data tidak akurat, maka program kegiatan tidak tepat sasaran. Karena itu mari membudayakan dialog berbasis data. Orang yang hebat adalah orang yang berbicara berdasarkan data dan fakta,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo, Bagyo Trilaksono, menjelaskan bahwa SE2026 akan mendata seluruh unit usaha yang beroperasi di Kabupaten Sidoarjo, kecuali sektor administrasi pemerintahan dan kegiatan rumah tangga sebagai pemberi kerja.
Pendataan tidak hanya menyasar pelaku usaha lama, tetapi juga berbagai usaha baru yang tumbuh hingga tahun 2026. Selain itu, BPS turut memperbarui informasi sosial ekonomi keluarga yang mencakup data kependudukan, pendidikan, pekerjaan, hingga kondisi demografi masyarakat.
“Tujuan utama sensus ini adalah menyiapkan data dasar yang kuat untuk berbagai kegiatan sensus dan survei di masa mendatang sehingga pemerintah memiliki gambaran yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan,” jelas Bagyo.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal Juni melalui koordinasi lintas sektor, konsolidasi dengan perangkat daerah, hingga pengiriman email blast kepada perusahaan besar dan menengah yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
Menariknya, Sensus Ekonomi 2026 menghadirkan sejumlah inovasi berbasis teknologi. Selain menyediakan layanan pengisian data mandiri atau self-enumeration bagi masyarakat dan pelaku usaha, BPS juga memanfaatkan teknologi geo-tagging untuk merekam lokasi usaha secara akurat.
Tak hanya itu, penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI), big data, serta layanan chatbot turut diterapkan guna meningkatkan kualitas pendataan dan mempercepat proses klasifikasi lapangan usaha.
“Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan akurasi data sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam proses pendataan,” ujarnya.
Bagi Kabupaten Sidoarjo yang dikenal sebagai salah satu pusat industri, perdagangan, dan UMKM terbesar di Jawa Timur, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 memiliki dampak strategis yang sangat besar. Data yang akurat akan menjadi dasar pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi yang tepat sasaran, memperkuat daya saing daerah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.
“Keberhasilan sensus ini bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi Sidoarjo secara utuh,” pungkas Bagyo.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar