SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 181.422 warga Kabupaten Sidoarjo mulai menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari pemerintah pusat. Program yang menyasar keluarga penerima manfaat ini menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan kebutuhan pokok yang masih tinggi.
Penyaluran bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 tersebut dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo. Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras medium dan 4 liter minyak goreng yang diberikan sekaligus untuk dua bulan.
Bupati Sidoarjo H. Subandi turun langsung memantau proses distribusi bantuan di Kantor Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kamis (11/6/2026). Kehadirannya dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang berhak serta mencegah potensi penyimpangan dalam proses penyaluran.
Di Desa Pabean sendiri, tercatat sebanyak 1.146 warga masuk dalam daftar Penerima Bantuan Pangan (PBP). Mereka menerima bantuan secara langsung dengan pengawasan dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
“Alhamdulillah penyaluran bantuan pangan hari ini sudah berjalan,” kata Subandi saat meninjau lokasi.
Menurutnya, program bantuan pangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mengawal proses distribusi agar berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran.
Subandi mengungkapkan jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Sidoarjo tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah penerima tercatat sekitar 79 ribu orang. Namun pada 2026 melonjak menjadi 181.422 penerima atau meningkat lebih dari dua kali lipat.
Lonjakan jumlah penerima tersebut menunjukkan semakin luasnya cakupan program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah pusat untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Untuk memastikan kualitas bantuan tetap terjaga, Subandi meminta Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo melakukan pengawasan ketat sejak proses penyimpanan hingga distribusi kepada masyarakat.
“Hari ini saya minta Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo untuk terus mengawal dan memastikan seluruh beras yang akan disalurkan benar-benar siap dan layak diterima masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan warga penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak menjual kembali bantuan yang telah diterima.
“Jangan sampai bantuan pangan dari pusat ini dijual di toko. Harus betul-betul dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga,” tandasnya.
Berdasarkan data pemerintah, total bantuan yang akan disalurkan di Kabupaten Sidoarjo mencapai sekitar 3 juta kilogram beras dan 725.688 liter minyak goreng. Jumlah tersebut menjadi salah satu distribusi bantuan pangan terbesar yang diterima masyarakat Sidoarjo dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra, memastikan seluruh stok bantuan telah tersedia dan siap didistribusikan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.
Ia menjelaskan bantuan yang diterima masyarakat merupakan alokasi untuk dua bulan sekaligus. Setiap bulan penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng sehingga total yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
“Penyaluran semua beras sudah kami jadwalkan. Penyelesaian penyaluran bantuan untuk Kabupaten Sidoarjo kurang lebih pada minggu kedua bulan ini,” ujarnya.
Pemerintah berharap program bantuan pangan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan daya beli warga di tengah dinamika ekonomi. Dengan pengawasan yang ketat dan distribusi yang tepat sasaran, bantuan tersebut diharapkan benar-benar mampu meringankan beban keluarga penerima manfaat di Kabupaten Sidoarjo.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Klo rakyat dibantu berarti belum mampu berdiri sendiri.
Berilah rakyat kail/perbanyak lowongan kerja dengan gaji yang memadai biar mereka bisa mandiri dan memperbaiki ekonominya, sehingga pemerintah tidak perlu membantu mereka karena sudah sejahtera.
Bantuan dipergunakan untuk pendidikan dan kesejahteraan anak yatim dan orang2 jompo saja.
Tolong di priksa desa Morowudi cerme Gresik Jawa Timur. Beras bantuan tidak layak konsumsi.