Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Kepemimpinan Perempuan Gen Z di SKPP IPPNU Jatim

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama menyampaikan materi kepemimpinan perempuan muda dalam Sekolah Kader Penggerak Putri IPPNU Jawa Timur di STAI KH Zainuddin Mojosari, Nganjuk. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI Lia Istifhama menyampaikan materi kepemimpinan perempuan muda dalam Sekolah Kader Penggerak Putri IPPNU Jawa Timur di STAI KH Zainuddin Mojosari, Nganjuk. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGANJUK, RadarBangsa.co.id – Penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan muda menjadi perhatian serius Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur melalui Sekolah Kader Penggerak Putri (SKPP). Program kaderisasi ini dirancang untuk menyiapkan generasi perempuan NU yang adaptif, komunikatif, dan siap mengambil peran strategis di tengah perubahan sosial yang kian cepat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPD RI, Lia Istifhama, sebagai narasumber utama. Kehadiran senator muda itu menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan perspektif bagi kader IPPNU dalam membaca tantangan kepemimpinan perempuan di era Gen Z dan milenial.

Berlokasi di lingkungan akademik STAI KH Zainuddin Mojosari, Kabupaten Nganjuk, SKPP tidak hanya berfungsi sebagai forum transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran kolektif. Peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan perempuan hari ini dituntut lebih kontekstual, membumi, serta mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan nilai dasar keislaman dan ke-NU-an.

Sekolah Kader Penggerak Putri dirancang sebagai proses kaderisasi strategis yang menitikberatkan pada penguatan komunikasi, kepemimpinan personal, serta perluasan jejaring gerakan perempuan. Melalui pendekatan tersebut, IPPNU Jawa Timur ingin memastikan kadernya tidak hanya siap secara struktural, tetapi juga matang secara sosial dan emosional.

Dalam pemaparannya, Lia Istifhama menekankan bahwa kepemimpinan perempuan muda tidak cukup bertumpu pada semangat idealisme semata. Dibutuhkan kecakapan komunikasi yang jernih, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemampuan membangun jejaring yang berkelanjutan.

“Perempuan muda NU memiliki potensi besar untuk tampil sebagai pemimpin yang berpengaruh. Kuncinya adalah kemampuan menyelaraskan nilai keislaman, ke-NU-an, dan kepekaan sosial dengan pola komunikasi yang sesuai dengan karakter generasi muda,” ujar Lia Istifhama saat menyampaikan materi, Sabtu (3/1/2026).

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu juga menegaskan bahwa pemimpin perempuan ideal adalah sosok yang hadir dan dekat dengan realitas kadernya. Menurutnya, kepemimpinan yang berjarak akan sulit diterima oleh generasi yang tumbuh di ruang digital dan terbiasa dengan interaksi dua arah.

“Generasi Gen Z dan milenial tumbuh dalam budaya keterbukaan. Mereka membutuhkan pemimpin yang autentik, jujur, mau mendengar, dan mampu membangun kedekatan emosional, bukan figur yang kaku dan berjarak,” jelasnya.

Selain komunikasi, Lia menyoroti pentingnya kreativitas dan keberanian menghadirkan inovasi dalam gerakan organisasi. Ia menilai rasa ingin tahu generasi muda yang tinggi harus direspons dengan gagasan segar agar organisasi tetap relevan dan berdampak.

Sementara itu, panitia pelaksana SKPP IPPNU Jatim, Putri Naila Fadilatul Husna, menyampaikan bahwa kehadiran Lia Istifhama memberikan energi baru bagi para peserta. Materi yang disampaikan dinilai aplikatif dan mudah diterjemahkan dalam praktik organisasi sehari-hari.

“Peserta mendapatkan gambaran nyata tentang kepemimpinan perempuan yang membumi, relevan, dan tetap berakar pada nilai,” ujarnya.

Melalui Sekolah Kader Penggerak Putri, IPPNU Jawa Timur menegaskan komitmennya sebagai ruang pembibitan pemimpin perempuan muda NU yang adaptif, berkarakter, dan siap berkontribusi di ruang sosial, organisasi, hingga pengambilan kebijakan publik.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dian Eka Muchairi Resmi Pimpin DPD Hanura Kalbar, Fokus Konsolidasi Struktur Menuju Pemilu 2029
Polres Bengkayang Serap Aspirasi Publik Lewat Forum Konsultasi 2026
Bendomungal Bangil Pasuruan Berubah Wajah, Khofifah Resmikan Kawasan Terintegrasi
Dana Desa 2026 Dipangkas Drastis, Kepala Desa se-Jawa Timur Sampaikan Keluhan ke DPD RI Lia Istifhama
Gubernur Khofifah Resmikan PERMATA JATIM di Bendomungal Pasuruan, Dorong Permukiman Sehat dan Wisata Religi Berkelanjutan
Lima Desa di Kendal Lunas PBB-P2, Pemkab Optimalkan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran
RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan
Pasca OTT KPK, Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Wali Kota Madiun

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:25 WIB

Dian Eka Muchairi Resmi Pimpin DPD Hanura Kalbar, Fokus Konsolidasi Struktur Menuju Pemilu 2029

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:18 WIB

Polres Bengkayang Serap Aspirasi Publik Lewat Forum Konsultasi 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:08 WIB

Bendomungal Bangil Pasuruan Berubah Wajah, Khofifah Resmikan Kawasan Terintegrasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:59 WIB

Dana Desa 2026 Dipangkas Drastis, Kepala Desa se-Jawa Timur Sampaikan Keluhan ke DPD RI Lia Istifhama

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:47 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan PERMATA JATIM di Bendomungal Pasuruan, Dorong Permukiman Sehat dan Wisata Religi Berkelanjutan

Berita Terbaru

Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto memimpin Forum Konsultasi Publik Pelayanan Publik 2026 di Aula Tunggal Panaluan, Rabu (21/1/2026). Foto Dok Ho/Ded-RadarBangsa.co.id

Politik - Pemerintahan

Polres Bengkayang Serap Aspirasi Publik Lewat Forum Konsultasi 2026

Rabu, 21 Jan 2026 - 20:18 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Bupati Pasuruan meresmikan kawasan terpadu Bendomungal, Rabu (21/1/2026). (Foto Dok Zaki /RadarBangsa.co.id)

Politik - Pemerintahan

Bendomungal Bangil Pasuruan Berubah Wajah, Khofifah Resmikan Kawasan Terintegrasi

Rabu, 21 Jan 2026 - 20:08 WIB