MATARAM, RadarBangsa.co.id – Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 menetapkan Dr. H. Suriyadi, Sp.An. sebagai Ketua ARSADA NTB periode 2026–2029. Kepengurusan baru langsung dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari penguatan tata kelola BLUD hingga percepatan transformasi digital rumah sakit.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat, mudah diakses, dan berkualitas.
Muswil ARSADA NTB 2026 yang digelar di RSUD Provinsi NTB menjadi momentum konsolidasi rumah sakit daerah di tengah perubahan regulasi kesehatan yang terus berkembang. Forum ini tidak hanya membahas pergantian kepemimpinan, tetapi juga mengevaluasi berbagai persoalan yang dihadapi rumah sakit daerah.
Direktur RSUD Provinsi NTB, drg. H. Asrul Sani M.Kes, berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin kuat dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan.
“Atas nama tuan rumah kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Muswil ARSADA NTB. Kami berharap seluruh kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju,” ujarnya.
Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis, Dr. H. Suriyadi, Sp.An. terpilih sebagai Ketua ARSADA NTB periode 2026–2029. Ia menegaskan bahwa rumah sakit daerah harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung cepat di sektor kesehatan.
“Perkembangan sektor kesehatan berlangsung sangat dinamis. Karena itu rumah sakit daerah harus terus beradaptasi, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kapasitas agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Suriyadi, salah satu tantangan yang masih dihadapi banyak rumah sakit daerah adalah tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Perbedaan pemahaman regulasi antara rumah sakit dan pemerintah daerah dinilai kerap menjadi hambatan dalam pengembangan layanan.
“Kami ingin membangun persepsi yang sama antara rumah sakit dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang baik, pengembangan rumah sakit dapat berjalan lebih optimal dan pelayanan kepada masyarakat akan semakin meningkat,” ujarnya.
Selain penguatan tata kelola BLUD, ARSADA NTB juga menempatkan transformasi digital sebagai agenda prioritas. Organisasi ini mendorong percepatan implementasi sistem digital menuju konsep smart hospital yang lebih modern dan terintegrasi.
“Kita perlu belajar dari rumah sakit yang sudah maju dalam digitalisasi. Saat ini bahkan sudah ada rumah sakit yang memanfaatkan AI untuk mendukung pelayanan kesehatan. Ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan agar rumah sakit daerah di NTB tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi,” jelasnya.
Untuk mendukung target tersebut, ARSADA NTB akan memperkuat komunikasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, sekaligus meningkatkan kapasitas para direktur rumah sakit dalam memahami regulasi dan pengelolaan layanan kesehatan.
Kepengurusan baru ARSADA NTB diharapkan mampu memperkuat sinergi antar rumah sakit daerah sekaligus mempercepat transformasi layanan kesehatan.
“Dengan fokus pada tata kelola BLUD, pendampingan hukum, dan digitalisasi rumah sakit, organisasi ini menargetkan pelayanan kesehatan yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, “pungkasnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar