Bangkalan Juara 1 Pengelolaan Konflik Sosial di Jawa Timur

Sabtu, 20 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Pemerintahan dan Kesra Bangkalan Moawi Arifin bersama Kepala Bakesbangpol Moch. Musleh menerima trofi peringkat 1 penanganan konflik sosial se-Jawa Timur 2024. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Asisten Pemerintahan dan Kesra Bangkalan Moawi Arifin bersama Kepala Bakesbangpol Moch. Musleh menerima trofi peringkat 1 penanganan konflik sosial se-Jawa Timur 2024. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mencatatkan prestasi strategis di tingkat provinsi dengan meraih Piagam Penghargaan dan Trofi Peringkat 1 sebagai Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten/Kota Terbaik se-Jawa Timur Tahun 2024. Capaian ini menegaskan posisi Bangkalan sebagai daerah dengan kinerja paling efektif dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur dalam rangkaian Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 yang digelar di Surabaya, Kamis (19/12/2025). Kabupaten Bangkalan diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bangkalan, Moawi Arifin, bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bangkalan, H. Moch. Musleh.

Pemkab Bangkalan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap kinerja tim terpadu yang selama ini aktif melakukan pencegahan dini, mediasi, serta penguatan komunikasi sosial di tingkat akar rumput. Penghargaan tersebut dinilai sebagai hasil kerja kolektif lintas sektor dalam meredam potensi konflik sejak dini.

“Penghargaan ini bukan akhir dari capaian, melainkan pengingat bahwa upaya menjaga kondusivitas daerah harus dilakukan secara berkelanjutan. Kami berkomitmen terus membangun Bangkalan yang aman, harmonis, dan inklusif,” ujar Moawi Arifin.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif warga. Kolaborasi lintas elemen dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas sosial di tengah dinamika masyarakat.

Ke depan, Pemkab Bangkalan berharap prestasi ini menjadi energi positif untuk memperkuat sistem deteksi dini konflik, meningkatkan literasi sosial masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Sebagai catatan, Bangkalan menjadi satu dari enam kabupaten di Jawa Timur yang menerima penghargaan penanganan konflik sosial tahun 2024, bersama Magetan, Sidoarjo, Tuban, Trenggalek, dan Jombang.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru