Bangkalan Perkuat Jalan Menuju Lumbung Pangan, 12 Traktor Empat Roda Disalurkan ke Petani

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyerahkan simbolis traktor roda empat kepada perwakilan kelompok tani. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyerahkan simbolis traktor roda empat kepada perwakilan kelompok tani. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian melalui penyerahan 12 unit traktor roda empat kepada kelompok tani. Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ini diproyeksikan mempercepat pengolahan lahan, mendongkrak produktivitas, serta menopang target Bangkalan sebagai daerah surplus pangan berkelanjutan.

Penyerahan traktor dilakukan langsung oleh Bupati Bangkalan Lukman Hakim di halaman Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Senin (19/1/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam memperluas luas tanam dan menjaga stabilitas produksi beras.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, C. Henry Kusuma Karya Dinata, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil sinergi konkret antara pemerintah pusat dan daerah.

“Traktor roda empat yang diserahkan hari ini sebanyak 12 unit. Ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat dalam menjaga pendapatan petani secara berkelanjutan, serta keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjutinya secara nyata,” ujar C. Henry Kusuma Karya Dinata, Plt Kepala Dinas Pertanian Bangkalan, saat mendampingi Bupati.

Henry memaparkan, sektor pertanian Bangkalan menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, luas tanam tercatat sekitar 52 ribu hektare dan meningkat signifikan menjadi 63 ribu hektare pada 2025. Kenaikan tersebut membawa Bangkalan pada posisi surplus beras setara kebutuhan konsumsi selama 13 bulan.

> “Capaian ini menjadi modal penting. Tahun 2026, target luas tanam kita naik menjadi 73 ribu hektare. Karena itu, traktor ini difokuskan untuk mempercepat pengolahan lahan yang belum tertanam dan mendukung masa tanam kedua,” jelas Henry.

Traktor roda empat dinilai memiliki keunggulan dibandingkan alat konvensional, baik dari sisi kecepatan kerja, jangkauan lahan yang lebih luas, maupun kualitas olah tanah yang berdampak langsung pada hasil panen.

Sebanyak 12 traktor dikelola dengan skema pinjam pakai kepada 12 kelompok tani. Alsintan tetap berstatus aset dinas dan dipinjamkan secara gratis selama tiga bulan, dengan opsi perpanjangan berdasarkan evaluasi pemanfaatan.

“Jika pemanfaatannya tidak optimal, traktor akan dialihkan ke wilayah lain yang lebih membutuhkan. Prinsipnya pemerataan dan efektivitas,” tegas Henry.

Biaya operasional, perawatan, operator, dan distribusi disepakati dan ditanggung secara internal oleh kelompok tani penerima.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menekankan bahwa tantangan berikutnya terletak pada penanganan pasca panen.

“Kita membutuhkan alat panen yang sesuai dengan karakter sawah Bangkalan serta fasilitas pengering gabah agar kualitas beras tetap terjaga, terutama saat musim hujan,” kata Lukman Hakim, Bupati Bangkalan.

Pemkab Bangkalan, lanjutnya, tengah menyiapkan fasilitas pengolahan dan pengeringan gabah agar hasil panen petani tidak keluar daerah.

“Jika ingin Bangkalan maju, maka petaninya harus diperkuat. Karena petani menopang kebutuhan hidup masyarakat luas,” tutup Lukman.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru