BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan memperkuat layanan kesehatan berbasis desa dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Banda Soleh, Kecamatan Kokop, Kamis (12/2/2026). Program yang digagas Dinas Kesehatan ini menyasar warga kurang mampu dan kelompok rentan guna memperluas akses layanan dasar hingga ke pelosok.
Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan layanan kesehatan tidak terpusat di perkotaan, tetapi menjangkau masyarakat pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Kegiatan ini bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat. Tidak hanya pemeriksaan, tetapi juga edukasi pola hidup sehat dan ajakan untuk rutin memeriksakan kesehatan,” ujar Fauzan di sela kegiatan.
Program pemeriksaan kesehatan gratis ini memprioritaskan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak. Deteksi dini menjadi fokus utama, mengingat banyak penyakit kronis dapat dicegah jika ditemukan lebih awal melalui pemeriksaan berkala.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan mata, layanan laboratorium sederhana, pelayanan posyandu, serta imunisasi anak. Warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut karena tidak dipungut biaya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menyebutkan, pendekatan jemput bola ini dirancang untuk menekan angka kesakitan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan. Selain pemeriksaan, tenaga kesehatan juga memberikan penyuluhan mengenai gizi, sanitasi, dan pengelolaan penyakit tidak menular.
Secara kontekstual, penguatan layanan kesehatan desa menjadi bagian dari strategi daerah dalam mendukung program nasional peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah menilai pemerataan akses merupakan faktor kunci untuk mengurangi kesenjangan layanan antara wilayah kota dan desa.
Pemkab Bangkalan berencana memperluas kegiatan serupa ke desa-desa lain secara bertahap. Evaluasi akan dilakukan untuk memastikan efektivitas layanan serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Kami ingin masyarakat desa merasakan kehadiran negara dalam layanan kesehatan. Ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” pungkas Fauzan.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








