SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak mengganggu keberlanjutan program bantuan sosial (bansos). Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dinilai tetap mampu menjaga program prioritas berjalan optimal.
Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai kebijakan yang diambil tetap berpihak pada masyarakat kecil di tengah tekanan fiskal.
Menurut Lia, komitmen pemerintah terlihat dari tetap berjalannya program strategis seperti Sekolah Rakyat dan perbaikan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kedua program tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat perlindungan sosial.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi kelompok rentan. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, pembenahan DTSEN dilakukan untuk memastikan data penerima bansos lebih akurat. Dengan sistem data yang diperbarui, potensi penyaluran yang tidak tepat sasaran dapat diminimalkan.
Lia menilai, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga efektivitas kebijakan sosial. Terlebih, di tengah efisiensi anggaran, fokus terhadap bansos tetap dipertahankan.
“Gus Ipul ini bukan tipe yang mengeluh. Justru beliau langsung bergerak mencari solusi agar program sosial tetap berjalan, terutama bansos yang menyentuh masyarakat kecil,” ujar Lia.
Ia menambahkan, “Perbaikan DTSEN ini sangat penting. Dengan data yang akurat, kebijakan bansos akan lebih efektif dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.”
Langkah mempertahankan bansos di tengah efisiensi anggaran menjadi sorotan publik, terutama saat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan sosial meningkat. Kebijakan ini dinilai mampu menjaga daya beli sekaligus mencegah lonjakan angka kemiskinan.
Selain itu, pengalaman panjang Gus Ipul di pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi faktor penting dalam pengambilan kebijakan. Rekam jejaknya sebagai mantan Wakil Gubernur Jawa Timur turut memperkuat pendekatan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Lia menilai kombinasi pengalaman tersebut membuat kebijakan sosial lebih adaptif. Pemerintah dinilai tidak hanya fokus pada penghematan, tetapi juga menjaga keberlanjutan program yang berdampak langsung.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Lia optimistis kebijakan sosial pemerintah tetap berada di jalur yang tepat. “Beliau terbiasa berada di tengah masyarakat, sehingga tahu apa yang harus diprioritaskan. Itu sebabnya saya menyebut beliau sebagai pejuang rakyat,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar