Banyuwangi Siaga Bencana Hidrometeorologi, Semua Elemen Dikerahkan

Kamis, 6 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra memeriksa kesiapan personel dan perlengkapan tanggap darurat saat Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di halaman Mapolresta Banyuwangi, Rabu (5/11/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra memeriksa kesiapan personel dan perlengkapan tanggap darurat saat Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di halaman Mapolresta Banyuwangi, Rabu (5/11/2025) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Memasuki puncak musim hujan dan ancaman La Nina, Banyuwangi bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi melalui apel siaga lintas sektor. Dari aparat keamanan hingga relawan, seluruh kekuatan dikerahkan demi keselamatan warga.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di halaman Mapolresta Banyuwangi, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapsiagaan berbagai pihak menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang mengancam wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, yang didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Barisan peserta apel membentang di lapangan: TNI-Polri, Basarnas, BNPB, PMI, Tagana, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP. Semua elemen ini diharapkan menjadi garda terdepan ketika bencana melanda.

Dalam amanatnya, Kapolresta menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi antarinstansi untuk merespons cepat setiap potensi bencana. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal peralatan dan logistik, tetapi juga tentang kecepatan komunikasi dan sinergi lintas sektor.
“Apel ini memperkuat kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman bencana. Diharapkan seluruh elemen dapat bertindak sigap, cepat, dan tepat dalam memberikan respons demi keselamatan warga,” ujar Kombes Rama, membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Puncak intensitasnya diprediksi terjadi antara November 2025 hingga Januari 2026. Fenomena La Nina yang mulai muncul pada November ini hingga Februari 2026, menurut BMKG, akan meningkatkan curah hujan di atas normal, memicu potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Kapolresta Banyuwangi mengungkapkan sejumlah langkah konkret yang telah disiapkan. Salah satunya adalah pemetaan dini terhadap titik rawan bencana dengan melibatkan BMKG, BPBD, dan perangkat desa. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan peta risiko yang lebih akurat, sehingga tim lapangan dapat bergerak lebih cepat ketika terjadi bencana.
Selain itu, jalur evakuasi dan titik pengungsian tengah disiapkan di beberapa kecamatan rawan seperti Kalibaru, Songgon, dan Licin. Protokol penanganan darurat juga diperkuat melalui pelatihan rutin, termasuk simulasi penyelamatan dan penyaluran logistik di tengah kondisi ekstrem.

Wakil Bupati Mujiono menambahkan, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh masyarakat. Ia menyoroti pentingnya edukasi publik agar warga memahami langkah awal mitigasi bencana. “Kami rutin menggelar sosialisasi dan simulasi bersama BPBD dan dinas terkait. Bahkan, melalui program Tagana Masuk Sekolah (Tamasa), anak-anak Banyuwangi diajarkan budaya siaga bencana sejak dini,” ujarnya.

Menurut Mujiono, keberhasilan penanggulangan bencana sangat bergantung pada kesiapan sistem dan sinergi antarlembaga. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kapasitas masyarakat di daerah rawan bencana agar mampu melakukan evakuasi mandiri sebelum bantuan datang.

Dengan ancaman cuaca ekstrem yang kian nyata, kesiapan Banyuwangi menjadi contoh nyata bahwa mitigasi bencana bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi investasi kemanusiaan.

“Kita tidak bisa menghentikan bencana, tapi kita bisa memperkecil dampaknya. Itu kuncinya,” tegas Kapolresta Rama di akhir apel, menandai tekad kolektif Banyuwangi untuk tetap tangguh di tengah ancaman alam.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru